Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

TARIF penyeberangan orang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk, ada perubahan sejak 1 Mei 2020. Kenaikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KM 92 Tahun 2020 ditambah Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry No KD.165/OP.404/ASDP-2020.

Dua atau tiga tahun lalu, ketika admin mo-trans melakukan perjalanan darat, tarif penumpang dewasa masih Rp 7.000. Penumpang tinggal naik ke kapal feri yang paling cepat hendak berangkat, atau kalau tidak tergesa-gesa, boleh memilih kapal feri berikutnya.

Jarak antara Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali, sekitar 50 km. Biasanya, perjalanan naik kapal feri ini memakan waktu sekitar 45 menit. Selama di perjalanan, kamu bisa menikmati angin laut yang menyejukkan.

Tarif pelabuhan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk per 1 Mei 2020. Tarif yang mengalami perubahan adalah tarif angkutan penumpang dan tarif angkutan kendaraan beserta muatannya.

1. Tarif Penumpang Dewasa : Rp 8.500.
2, Tarif Kendaraan (Sesuai dengan Golongannya) :
a. I : Rp 9.000
b. II : Rp 27.000
c. III : Rp 39.000

d. IV (Penumpang) : Rp 182.000
e. IV (Barang) : Rp 158.000

f. V (Penumpang) : Rp 355.000
g. V (Barang) : Rp 268.000

h. VI (Penumpang) : Rp 535.000
i. VI (Barang) : Rp 447.000

j. VII : Rp 553.000
k. VIII : Rp 792.000
l. IX : Rp 1.112.000

Ke depan, Pelabuhan Ketapang akan terintegrasi dengan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi, yang diperkirakan selesai pembangunannya tahun 2021. Keren ya, semakin mudah, dan cepat, jalan-jalan ke Bali.

Bahkan, nantinya, sesuai dengan KM 92/2020 ini, ASDP akan memberlakukan online ticketing.

Pelabuhan Ketapang adalah sebuah pelabuhan feri di Desa Ketapang, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali via perhubungan laut (Selat Bali).

Saat ini, dapat dicapai dengan melewati Jalan Gatot Subroto. Pelabuhan Ketapang berada dalam naungan dan pengelolaan dari ASDP Indonesia Ferry. Pelabuhan ini dipilih para wisatawan yang ingin menuju Pulau Bali menggunakan jalur darat.

Selama pandemi Covid-19, Pemprov Bali dan Pemkab Banyuwangi sepakat memperketat pintu masuk Pelabuhan Ketapang, dengan mewajibkan setiap orang membawa surat keterangan bebas Covid-19 berbasis rapid test.

Boleh jadi, aturan itu valid ketika awal-awal dan selama Lebaran 2020. Jadi, mohon, dicek kembali sendiri, sebelum berangkat atau melakukan perjalanan ke Bali dari Ketapang, begitu sebaliknya.

Mengacu aturan ketika Lebaran 2020, selain persyaratan berupa identitas diri, Kipem, surat keterangan bekerja hingga surat keterangan bebas Covid-19 itu, wajib bagi pendatang yang hendak masuk Bali melalui Pelabuhan Ketapang, termasuk mengisi data dalam aplikasi ‘Cek Diri’.

Dengan aplikasi itu, dapat dipastikan data diri, pekerjaan, tempat tinggal hingga pergerakan orang, karena terhubung pula dengan satgas gotong-royong di desa adat di Bali.

Selain Ketapang-Gilimanuk, kenaikan tarif berlaku di 20 lintasan penyeberangan antarprovinsi. Rata-rata 10 persen, bervariasi untuk penumpang dan barang.

1. Merak-Bakauheni
a. Penumpang Dewasa : Rp 19.500
b. Kendaraan penumpang golongan IVA : Rp 419.000.

2. Padangbai-Lembar
a. Penumpang pejalan kaki dewasa : Rp 57.000.
b. Kendaraan penumpang golongan IVA : Rp 1.023.000.

3. Sape-Labuan Bajo (NTT)
a. Penumpang pejalan kaki dewasa : Rp 83.000.
b. Kendaraan penumpang golongan IVA : Rp 1.536.000.

Tinggalkan Balasan