Itinerary Enam Orang Eksplor Selandia Baru dengan Campervan

DAY 7 : Queenstown-Arrowtown-Wanaka-Haast
Dari pagi hingga sore, kami menikmati keliling kota Queentown, namun menjelang sore hari, melanjutkan perjalanan ke Arrowtown.

Mampir dulu di Chinese Settlement (rumah jadul orang Tiongkok yang tinggal di Selandia Baru).

Lalu berlanjut ke Lake Wanaka untuk sky dive. Kami harus antre, briefing, settle payment dan siap-siap ganti baju, ternyata cuaca tidak mendukung karena angin yang kurangg bersahabat. Batal dehhhh.

Jadilah, kami muter-muter daerah Wanaka, bertemu tempat, namanya “Puzzling World”. Ini tempat maen puzzle atau board games dengan gratis dan desainnya beberapa seperti puzzle. Toiletnya unik sekali.

Setelah puas di Puzzling World, kami mulai memutari kota Wanaka dengan berjalan kaki. Kami menebarkan roti tawar kami untuk bebek di pinggir jalan.

Sungguh menyenangkan dan melepas stres. Pukul 6 sore kami mulai mencari tempat parkir untuk memasak dinner dan bermalam.

DAY 8 : Haast-Fox Glacier-Franz Josef-Hokitika
Di pagi hari, kami masih penasaran karena belum sky dive. Kami balik ke tempat sky dive dan ternyata angin masih buruk.

Akhirnya melanjutkan perjalanan dan menikmati keindahan danau Matheson.

Bayangan Mount Cook di atas permukaan air yang gelap terlihat dengan jelas di danau yang teduh. Hmm, kami abadikan dengan foto yang memukau dengan puncak gunung yang terkenal.

Danaunya bisa reflection/mantul.

Kemudian, melaju ke Fox Glacier, dan berencana ikut Terminal Face Way tur (Fox Guides atau Franz Josef Glacier), dengan berjalan kaki di antara glacier yang indah.

Tapi karena belum sky dive, kami lebih memilih sky dive. Sayangnya, tak dapat slot lagi mesti sudah nunggu 2 jam.

Hanya suami dan temannya yang sky dive. Setelah puas dengan sky dive yang luar biasa katanya, kami melanjutkan perjalanan dan bermalam.

DAY 9 : Hokitika-Greymouth–Punakaiki
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan ke Diamond Lake yang sebenarnya tidak ada di itinerary kami, tapi kami penasaran. Maklum jiwa muda.

Kami menyusuri jalan setapak dengan pemandangan indah lalu agak masuk ke dalam hutan dan akhirnya menemui danau yang superindah.

Setelah berfoto dan menikmati alam kami kembali melanjutkan perjalanan.

Di sini kami mengalami insiden lagi. Pas muterin campervan, temen tidak melihat ada batang pohon yang tinggal seperempat. Alhasil, bemper belakang campervan penyok karena nubruk.

Setelah dicek ricek ternyata itu jalanan tak boleh dilewati oleh campervan.

Kami meluncur melewati pesisir barat yang dramatis di selatan New Zealand.

Ada berbagai tempat yang menarik di Hokitika, namun dalam perjalanan menuju Greymouth, tempat yang patut dikunjungi adalah Shanty Town.

Kami tidak jadi pergi karena ada yang tidak sreg dengan wisata ini. Di Greymouth, rencananya mau berpetualang dengan Black Water Cave Rafting yang hanya ada di Selandia Baru.

Petualangan seru yang menakjubkan ini tapi karena pergi musim dingin dan yang pastinya bikin badan beku kalau nyemplung.

Yah, kami batalkan deh, karena belum menikmati Glow Worm Caves, akhirnya ikut Glow Worm Caves di Punakaiki. Tempat ini terkenal dengan Pancake Rocks and Blowholes.

Ini batu mirip pancake karena erosi. Jangan lupa mengunjungi hutan lindung Paporoa National Park.

Malamnya, kami kembali ke Greymouth untuk parkir gratis dan bermalam di sana. Ketika pukul 22.00, kami digerebek polisi.

Mereka bilang campervan kami belum perpanjang izin untuk parkir di sana.

Kami keep argue sama polisi dengan memberikan bukti-bukti legal yang kami punya. Mereka minta kami besok datang ke kantornya untuk membicarakan dan bayar denda $200.

Kami langsung telepon pihak rental saat itu tapi malah pihak rental responsnya kurang bersahabat dan bilang kalau kami yang salah.

Tinggalkan Balasan