Membuat Itinerary Sebuah Perjalanan

ITINERARY adalah jadwal yang sengaja disusun untuk memudahkan, sekaligus menjadi panduan perjalanan. Itinerary meliputi waktu, rute, how to get there, serta info singkat tentang tempat yang dituju.

Harus telaten bikinnya, biar detail, sehingga meminimalkan terjadinya salah jalan dan salah anggaran.

Pembuatan itinerary ini bisa untuk solo travelling, perjalanan keluarga, group travelling yang kamu gaes, adalah leadernya.

Jadi, sedikit banyak, kamu sebagai leader punya susunan atau jadwal perjalanan buat pegangangan semua yang ikut dalam travelling itu.

Setelah waktu, rute dan destinasi, ada baiknya mempertimbangkan faktor budget, kemampuan fisik traveller atau anggota travelling, serta perkiraan cuaca di tempat yang hendak dikunjungi.

Tentu saja, itinerarynya keluarga muda, dengan solo travelling pasti beda, apalagi kalau mengajak orang tua.

Hindari itinerary dengan banyak tempat kunjungan ketimbang tidak semuanya dapat dicapai dalam sehari, misalnya. Kalau harus banyak tujuan, maka yang lainnya, hanya semacam opsi saja.

Bisa saja tujuan utama ternyata tidak seperti harapan, jadi akhirnya harus belok ke tujuan alternatif.

Atau, tiba-tiba transportasi ke arah tujuan utama meleset dari perkiraan, ada kejadian luar biasa di daerah tujuan, atau faktor cuaca, tiba-tiba badai atau hujan deras seharian.

Jadi, akhirnya, itinerary tidak melulu soal jadwal dan waktu, banyak hal dan kemungkinan yang harus diperhitungkan.

Contoh : Itinerary Sederhana India (Jaipur+Agra)
16/11/2018
*Jakarta-KL-Jaipur
*Tiba+Imigrasi s/d 23.00 waktu setempat
*Cek in hotel

17/11/2018
*Sarapan pagi
*Hawa Mahal, City palace, Amber fort + elephant rides, Jaigarh Fort,Jal Mahal.

18/11/2018
*Perjalanan pagi ke Agra
*Cek in hotel

19/11/2018
*Sunrise tur Taj mahal
*Kembali ke hotel sarapan pagi
*Mehtabh Garden, Agra fort

20/11/2018
*Cek out pagi
*Perjalanan kembali ke jaipur
*Tiba sore di Jaipur
*Albert Hall museum(malam hari)

21/11/2018
*Patrika gate
*City palace market(Belanja oleh2)
*Prepare ke airport sore hari
*Penerbangan malam Jaipur-KL

Berapa total?
→Tiket Jakarta-Jaipur Airasia PP 1,3 jt
→Biaya sewa mobil 982rb/ orang selama 5 days
→Makan entahlah optional
→Tiket wisata 200rban karena yang lain ngepasin di gratisin
→Belanja2 ga perlu di cantumin
→Hotel 5jtan karena ambil yg *4

Jadi total 9,3 jutaan selama 5days
Mahal? Relatif kok
Bisa kalian akalin di biaya akomodasinya, karena banyak pilihan…. so jgn dibandingin ya, tinggal sesuain ama bujet masing2, 😁

Sumber : Agung Bing Slamet (Backpacker Dunia)

Jadi, langkah awal membuat itinerary perjalanan adalah menentukan tujuannya lebih dulu. Kalau ke Singapura, ke mana sajai?

Misal, Jurong Bird Park pasti butuh seharian untuk eksplore, Merlion Statue cocok dikunjungi pagi hari, Chinatown dan Little India bisa diakses dengan mudah melalui MRT.

Kalau ke Genting Highland, Malaysia, waktu kunjung sangat terbatas, hanya sampai pukul 3 atau 4 sore. Selebihnya bakal ketutup kabut karena termasuk dataran tinggi.

Pasar Chatucak di Bangkok tidak buka setiap hari, hanya weekend saja. Banyak lagi, cari sebanyak mungkin informasi tempat tujuan.

Langkah kedua, aktivitas apa yang akan dilakukan di tempat tujuan. Hunting foto, wisata kuliner atau shopping atau sekadar jalan-jalan, cuci mata.

Ketiga, budget dan waktu, terutama untuk penginapan dan transportasi. Kalau solo travelling tidur di mana saja oke, tapi kalau rombongan, keinginan bisa macam-macam.

Perhatikan jadwal penerbangan, lokasi bandara atau situasi kedekatan terminal bus dengan penginapan.

Ada bandara yang jarak antara boarding pass dan tempat check-in, juuuaaauuuh banget, seperti kalau naik AirAsia di KLIA2.

Pernah pula admin motrans, naik Lion Air dari Singapura, waduh, gatenya paling pojok, jauh banget.

Budget travelling ada baiknya dimasukkan ke dalam itinerary. Jangan hanya hitung berdasarkan kebutuhan, tapi juga berdasarkan budget yang ada.

Seorang travel blogger pernah mengatakan,””Setiap destinasi saya tidak mematok akan habis berapa, tapi pegang uang berapa.”

Langkah terakhir, simpanlah itinerary dalam bentuk hard copy dan soft copy. Begitu tiba waktunya traveling, simpan baik-baik itinerary dalam bentuk hard copy, dan bawa ke manapun pergi.

Ini sangat berguna karena tak semua tempat punya WiFi dan tempat charget baterai ponsel. (*)

14 thoughts on “Membuat Itinerary Sebuah Perjalanan

  1. Sempat kepikiran juga bagaimana membuat jadwal yang bagus. Mengingat beberapa kali berlibur denan keluarga, jadwal dan rutenya amburadul. Dan artikel ini bisa menjadi jawaban.

  2. wah…. selama ini saya liburan degnan salah ya, kalau pakek ITINERARY jadi tidak buang buang waktu dan lebih pas ya

  3. Mau tanya nih gan , sebelum membuat itinerary hal apa saja yang harus di persiapkan? Mengingat bahwasanya dalam pembuatan jadwal ada saja kendala sehingga jadwal yang telah disusun sedemikian rupa menjadi berantakan

    1. yang penting tujuannya, alat transportasinya, dan pilihan tempat menginapnya. Yang lain sebagai faktor pendukung saja. Namanya juga rencana, bisa saja meleset, tapi kalau di luar negeri, dari pengalaman, itinerary saya selalu jalan lancar kok karena di sana tertib.

    1. itinerary bukan mutlak kok, hanya buat memudahkan. kalau level sudah pakar, ya gak perlu itinerary lah. Asal ada duit, berangkat gitu.

Tinggalkan Balasan