7 Kesalahan Pemula Saat Naik MRT Singapura Pertama Kali

7 Kesalahan Pemula Saat Naik MRT Singapura Pertama Kali

BARU pertama kali ke Singapura dan mau naik MRT? Setidaknya ada 7 kesalahan pemula saat naik MRT Singapura pertama kali. Wajar kalau nervous atau sedikit gugup, apalagi bila solo traveling. Padahal, MRT Singapura itu relatif gampang meski ada beberapa aturan unik yang kalau dilanggar bisa kena denda mahal.

Biar tidak terlalu panik dan boncos, ini 7 kesalahan yang paling sering dilakukan mereka yang berkunjung pertama kali ke Singapura.

1. Makan dan Minum di Dalam MRT
Ini paling terkenal. Pengelola angkutan di Singapura melarang keras makan minum di MRT dan stasiun. Alasannya, biar area MRT tetap bersih. Ada petugas yang rajin berkeliling dan ada CCTV.

Dendanya: SGD 500. Sebaiknya, belajar menahan haus dan lapar saat berada di MRT. Jadi, makan dan minum di luar stasiun saja.

2. Lupa Tap Out Pas Keluar
Kadang begitu MRT keluar langsung nyelonong pergi. Padahal, penumpang perlu melakukan tap kartu seperti saat masuk MRT. Jadi, pas keluar ya harus tap lagi.

Banyak pemula yang buru-buru langsung keluar. Padahal, kalau lupa tap out, saldo EZ-Link bisa kepotong maksimal SGD 2.50. Rugi kan. Solusi: selalu lihat gerbang. Ada 2: Masuk dan Keluar. Jangan tertukar.

3. Naik MRT Pas Jam Sibuk
Waktu-waktu sibuk warga lokal menggunakan MRT, yakni: pukul 07.30 s/d 9.00 pagi dan pukul 05.30 s/d 07.00 sore waktu setempat. Periode itu merupakan jam kantor.

Dapat dipastikan, MRT bakal terisi banyak orang. Padat banget kayak sarden. Kalau membawa koper besar, tambah anak kecil, sangat mungkin sekali, kerepotan.

Solusi: mengalah saja, dan pilih jalan-jalannya mulai pukul 09.30 pagi. Lebih lega dan nyaman.

4. Salah Exit di Stasiun
Kenapa ini seringkali terjadi? Karena satu stasiun MRT bisa punya sampai 6 exit: A, B, C, D, E. Contoh: jika hendak ke Marina Bay Sands. Kalau keluar Exit A, harus siap jalan 20 menit.

Kalau Exit D, cuma 5 menit lewat mal. Solusi: Sebelum keluar, liat papan petunjuk “Exit to Marina Bay Sands” atau buka Google Maps dulu.

5. Duduk di Kursi Prioritas
Di setiap gerbong MRT, ada kursi warna pink, nah itu khusus buat lansia, ibu hamil, dan difabel. Bagi yang normal dan sehat otaknya, jangan sekali-kali duduk di situ apalagi pas lagi ramai.

Tidak ada yang melarang, cuma semua mata bakal melotot. Solusi: duduk di kursi biasa warna biru atau abu-abu saja. Aman.

6. Bawa Durian dan Barang Bau
Nah ini, selain makan minum, bawa barang berbau menyengat, sangat-sangat dilarang. Contoh: durian, makanan pedas yang tumpah. Waktu di stasiun, perhatikan, pasti ada logo larangan di pintu MRT: gambar durian dicoret.

Solusi: Kalau habis membeli durian, naik taksi saja. Siapa tahu sopirnya membolehkan, bahkan penyuka durian. Bisa jadi mabar durian di dalam taksi.

7. Lupa Download Aplikasi Peta
Seringkali merasa tahu karena menganggap Singapura negara kecil. Banyak yang modal nekat tanpa melihat peta sebagai bantuan navigasi perjalanan. Meski hanya ada 6 jalur MRT di Singapura, bisa jadi tertukar alias salah ambil jalur.

Solusi: download aplikasi “SG MRT” atau “Citymapper”. Bisa offline. Tinggal ketik dari mana ke mana, nanti diberitahu harus naik jalur apa dan transit di mana.

Demikian informasi mengenai 7 Kesalahan Pemula Saat Naik MRT Singapura Pertama Kali. Sekali lagi, MRT Singapura itu ramah buat orang yang bepergian di Singapura. Asal mau mengikuti aturan dan jangan buru-buru, pasti lancar. Kalau masih bingung, tanya saja ke petugas yang mengenakan rompi merah. Mereka bisa bahasa Inggris. (*)


Eksplorasi konten lain dari modatransportasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.