Cara Apply Visitor Visa New Zealand Online secara Mandiri

CARA apply Visitor Visa New Zealand Online secara Mandiri dibagikan oleh seorang kawan dari Komunitas Backpacker International, Christin Tan pada 19 Januari 2024. Jadi, sharing apply visa ini secara mandiri, sama sekali tanpa travel agent. Christin Tan menceritakan tahapan-tahapannya dan berkas apa saja yang perlu dipersiapkan.

Cara Apply Visitor Visa New Zealand Online secara Mandiri
1. Membuat akun RealMe di website ini.
2. Paspor yang masih berlaku (halaman depan dan belakang identitas, berikut kolom yang berisi endorsement nama dan tanda tangan) + Travel History 5 tahun terakhir yang berisi visa-visa dan stamp in n out negara terdahulu yang dikunjungi. Jadikan 1 file PDF: Evidence of your travel history.

Provide a copy of your current and recent passports, including:
• the photo page, and
• all pages with visa records, and entry and exit stamps.

3. Rekening bank aktif 6 bulan (sesuai yg dicantumkan di web INZ, dg saldo rata-rata per bulan minimum 1000 NZD (untuk pengajuan dengan status hotel pre-paid), dan minimum saldo per bulan 400 NZD (jika hotel sudah dibayar). Jadikan 1 file PDF.

Funds or sponsorship
You must have at least NZD $1,000 per month, or NZD $400 per month if you’ve already paid for your accommodation.

Evidence can include:
• proof of accommodation pre-payment, like hotel pre-paid vouchers or receipts
• bank statements
• credit card statements
• bank drafts
• travellers’ cheques
• a ‘Sponsorship Form for Temporary Entry’ completed by an acceptable sponsor.

4. Return Ticket (boleh dummy tapi Wajib Ada). Kebetulan tiket Christin Tan paid yang sudah dilampirkan (attached). Jadikan 1 file PDF.

Keterangan: kebetulan saat dirinya submit visa, tidak membaca detail persyaratan, karena panik, dia mencari-cari cara bagaimana untuk menyusulkan berkas dengan status sudah telanjur di-submit. Yang penting lengkap dulu sesuai yang diminta.

Bisa ditambahkan di bagian Correspondence (Christin Tan attach Return Ticket, Ticket mamanya, Hotel Booking Confirmations, guna membuktikan statusnya sama dengan principal applicant yang akan traveling bersama, dan Travel History 5 tahun terakhir bertiganya karena dirinya telanjur attach passport yang masi berlaku saja). Jadikan 1 file PDF, dengan file size maksimal 10MB.

Onward travel
You must provide evidence that you can leave New Zealand (Selandia Baru), such as enough funds to purchase a return ticket, or be sponsored for the cost of your onward travel.

Evidence can include:
• proof you have enough money to buy a ticket out of New Zealand, in addition to the funds you have to live on — do not buy your ticket until your visa has been granted or we tell you that your application is approved in principle.
• a ‘Sponsorship Form for Temporary Entry’ completed by an acceptable sponsor.

5. Hotel Booking Confirmations sesuai trip itinerary (dirinya attach yang free-cancellations/pre-paid wajib ada). Jadikan 1 file PDF.
6. Surat Keterangan Kerja (bisa dari perusahaan tempat bekerja/kalau self-employed ya bikin sendiri, jelaskan kerja apa, ttd tanpa materai). Jadikan 1 file PDF.

Evidence of your home country circumstances
Evidence of your work and living arrangements helps us decide if you are likely to return to your home country at the end of your visit.

Depending on your circumstances, evidence could include:
• a letter from your employer approving your leave and confirming your return to work
• showing you are enrolled for study by providing a letter or student identity card from your school or other education provider
• a letter explaining your family ties in your home country
• a retirement certificate or evidence that you receive a pension.

7. Foto diri sesuai dengan persyaratan, ukuran minimum 1200 x 900 pixel, maksimal 3000 x 2250 pixel, dengan file size minimum 500 KB dan maksimal 3MB. Dalam format JPEG.

Online applications for visas
The photo you submit with an online application must be:
• between 500 KB and 3 MB
• between 900 x 1200 pixels and 2250 x 3000 pixels
• a JPG (or JPEG) file.

8. KTP (National Identity Number). Jadikan 1 file PDF.
9. Kartu Keluarga (Household Registration). Jadikan 1 file PDF.
10. Trip Itinerary (Evidence of your plan in New Zealand) sesuai tiket yang dimiliki atau perkiraan berlibur ke Selandia Baru: singkat, padat, jelas, tidak perlu terlalu detail. Jadikan 1 file PDF.

11. Marriage Certificate/Birth Certificate sesuai kebutuhan untuk membuktikan hubungan antara Principal Applicant dengan additional applicant (istri/anak). Jadikan 1 file PDF.

12. Visitor Visa Declaration Form
Bisa didownload saat mengisi additional applicant, di-sign bagian section A). Principal Applicant, additional applicant 1, 2, dan seterusnya: (istri dan anak-anak). Jadikan 1 file PDF.

Biaya Pembuatan Visa Selandia Baru (New Zealand)
Kalau apply sendirian:
– Visitor General Application Fee: NZD 190
– Immigration levy NZD: 21
– International Visitor Levy (IVL): NZD 35
Total Biaya: NZD 246. Pembayaran dengan Kartu Kredit.

Kalau apply 1 keluarga (dalam 1KK) biaya di atas (Principal Applicant) + IVL additional applicant per org-nya.
Contoh, Christin Tan apply buat 3 org yang masih dalam 1 KK, perhitungannya sebaga berikut:

Visitor General Application Fee NZD 190
Immigration levy: NZD 21
International Visitor Levy (IVL): NZD 35
International Visitor Levy (IVL): NZD 35
International Visitor Levy (IVL): NZD 35
Total Biaya: NZD 316 (utk 3 orang).

==============
‼️ WARNING ‼️
==============
Biaya tambahan International Visitor Levy (IVL) NZD 35 per orang untuk applicant dalam 1KK (Dependent Children), harus berusia di bawah 20 tahun, dengan status belum menikah dan tidak memiliki anak.

Contoh: misalkan 1 keluarga terdiri atas suami-istri dan 2 anak, berusia 20 tahun dan 18 tahun (sudah berulang tahun yang ke-20 saat mengajukan Visitor Visa NZ), maka untuk anak pertama telah resmi berumur 20 tahun dan wajib mengajukan visa secara terpisah (boleh menggunakan 1 akun RealMe yang sama), dengan rincian biaya Independent:

– Visitor General Application Fee: NZD 190
– Immigration levy: NZD 21
– International Visitor Levy (IVL): NZD 35
Total Biaya: NZD 246.

Tidak bisa digabung dengan Principal Applicant (suami), istri dan adiknya yang berumur 18 tahun. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di sini. Christin Tan mengakui, melakukan kesalahan di poin ini, karena menurutnya aplikasi pengajuan visa NZ secara online ini cukup tricky.

Seharusnya jika memasukkan tanggal-bulan-tahun kelahiran dan jelas terdeteksi applicant berusia di atas 20 tahun, otomatis tidak bisa lanjut untuk diproses dan keluar WARNING, ternyata tidak. Kita harus menyadari hal itu sendiri. Untung hal itu disadarinya belum lama sejak visa disubmit.

Hanya berselang 2 hari saja, jadi statusnya masih ‘Under Assessments’ sembari menunggu hasil akhir, sehingga tidak berdampak fatal bagi 2 applicants lainnya (Declined visa sekeluarga). Jadi, kerugian dirinya NZD 35, dan dianggapnya sebagai pelajaran berharga dan tidak berharap menimpa teman-teman yang berniat mengajukan visitor visa NZ secara mandiri.

Kebetulan saat apply, banyak applicant yang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya (mungkin dikarenakan sedang ada event World Cup FIFA yang kebetulan di host Australia dan New Zealand pad bulan Juli-Agustus 2023).

Menurut Christin Tan, sebaiknya spare waktu minimum 3 bulan sebelum keberangkatan untuk apply visa NZ, guna berjaga-jaga dari kemungkinan membeludaknya berkas yang harus diperiksa dari applicants seluruh dunia.

Timeline pengajuan visa Christin Tan dan keluarga:
Submission: 2 Agustus (orang tua), 4 Agustus (Christin Tan)
Gathering Informations: 3 Agustus (orang tua), 5 Agustus (Christin Tan)
Under Assessments: 4 Agustus (orang tua), 6 Agustus (Christin Tan)
Decisions: 11 Agustus APPROVED (berbarengan, request single entry tapi dapatnya multiple entry 1 tahun sejak tanggal approval).

Christin Tan dalam penuturannya juga mengingatkan mengenai Evidence of your home country circumstances. Provide evidence of your work, study and living arrangements. This will help us decide if you are likely to return to your home country at the end of your visit.

Depending on your circumstances, you could include:
• evidence of your employment, such as a letter from your employer approving your leave and confirming your return to work, and financial evidence of your employment.
• evidence showing you are a student in your home country, such as a letter or student identity card from your school or other education provider.
• evidence of your relationships with close relatives in your home country.
• evidence of assets you own in your home country, such as your home or a business.
• a retirement certificate or evidence you receive a pension.

Waktu dirinya pertama kali submit berkas, tidak mengetahui kalau jelas INZ mencantumkan poin-poin di atas sebagai bukti kuat keterikatan dengan Indonesia, sedangkan dirinya mencantumkan papanya retired, dan sudah bersiap-siap jikalau diminta bukti tambahan berupa assets, surat kepemilikan rumah/tanah tetapi ternyata tak ada berkas tambahan yang diminta. Ya, karena saat upload bukti keuangan, dia ada attach rekening bank aktif + bukti kepemilikan obligasi dalam bahasa Inggris. Sepertinya bukti kepemilikan obligasi dari bank cukup mewakili sebagai strong ties to our home country.

Christin Tan menyarankan, apply secara mandiri selain untuk menghemat biaya visa, juga karena kenyataan, dirinya sempat baca dan bertanya melalui japri, ada beberapa yang mengeluh menunggu lama (lebih dari 1,5 bulan, dua bulan, 3 bulan), bahkan ada yang sampai terpaksa harus reskedul tiket bahkan membatalkan perjalanan dikarenakan status pengajuan visa belum jelas, berujung penolakan (declined) atau visa keluar setelah melewati tiket dari tanggal keberangkatan.

Menurut Christin Tan, hal itu bukan tanpa sebab, kekurangan kelengkapan berkas menjadi salah satu faktor utama. Ada yang bercerita, apply via travel agent besar tai declined. Penyebabnya karena pihak travel agent lalai tidak lengkap dalam mengisi berkas. Padahal, yang bersangkutan sudah menyertakan tiket, bookingan hotel, dan Travel History tetapi pihak travel agent tidak menyertakannya dalam proses pengajuan aplikasi visa).

Sempat diberi kesempatan oleh INZ untuk melengkapi kekurangan dg diberikan pemberitahuan melalui email pada bulan April (menjelang Lebaran) tapi pihak travel agent tidak membuka email sampai customer datang menghampiri ke kantor travel itu dan marah-marah, dan INZ (Immigrations New Zealand) akhirnya visa declined sekeluarga dan kastamer dirugikan.

“Ini kejadian nyata, pengakuan dari salah seorang yang sempat saya japri karena saya penasaran. Yang bersangkutan mengajukan melalui salah satu Travel Agent besar dengan history travel sekeluarga cukup baik. Sudah pernah ke US dan Eropa,” paparnya.

Yang bersangkutan harus menelan kerugian biaya visa Rp 10 juta ++/4 orang dan mengajukan refund ticket dan hotel sebesar Rp 120 juta karena kelalaian pihak travel agent. So, teman-teman, sekian panduan singkat yang bisa di-share Christin Tan untuk apply visitor visa New Zealand secara mandiri secara online tanpa Travel Agent. Semoga bermanfaat. (*)


Eksplorasi konten lain dari modatransportasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan