BAGAIMANA jika anak masih berusia 11 tahun saat penerbangan pergi, tetapi sudah berusia 12 tahun ketika penerbangan pulang? Apakah harus membeli tiket pesawat anak 12 tahun atau 11 tahun?
Apakah tiket pesawat pulang-pergi (round trip) tetap bisa dipesan sebagai child, atau sejak awal harus memilih adult? Memang agak dilema dengan membeli tiket pesawat anak 12 tahun ini.
Pertanyaan seperti ini cukup sering muncul ketika orang tua merencanakan perjalanan yang waktunya berdekatan dengan ulang tahun anak.
Jawabannya: tidak selalu sama untuk setiap maskapai. Penentuan kategori penumpang dapat mengikuti kebijakan masing-masing maskapai sehingga jangan langsung menganggap bahwa tiket harus selalu dipesan sebagai adult atau selalu bisa dipesan sebagai child.
Mengapa Usia Anak Saat Pergi dan Pulang Bisa Menjadi Masalah?
Dalam pemesanan tiket pesawat, kategori penumpang biasanya dibedakan berdasarkan usia. Secara umum, anak berusia 2 sampai sebelum 12 tahun sering dikategorikan sebagai child, sedangkan penumpang yang sudah berusia 12 tahun atau lebih, dapat dikategorikan sebagai adult.
Tapi, yang perlu diperhatikan adalah kapan usia tersebut dihitung. Misalnya:
– Tanggal lahir anak: 20 Oktober 2014
– Penerbangan berangkat: 15 Oktober 2026
– Penerbangan pulang: 25 Oktober 2026
Pada penerbangan berangkat, anak masih berusia 11 tahun dan ketika penerbangan pulang, anak sudah berusia 12 tahun. Dalam kondisi seperti ini, sistem pemesanan dan aturan maskapai perlu diperiksa secara khusus.
Apakah Bisa Booking Tiket Anak sebagai Child untuk Pulang-Pergi?
Tergantung kebijakan maskapai dan cara maskapai menentukan usia penumpang. Jangan hanya berpatokan pada pengalaman menggunakan satu maskapai karena aturan maskapai lain, dapat berbeda.
Ada maskapai yang memperhitungkan usia penumpang berdasarkan tanggal atau waktu perjalanan tertentu, sementara maskapai lainnya dapat menerapkan ketentuan berbeda untuk tiket pulang-pergi.
Apabila usia anak akan berubah dari 11 menjadi 12 tahun di antara penerbangan pergi dan pulang, sebaiknya jangan langsung melakukan booking sebelum memastikan kebijakannya.
Bagaimana dengan Singapore Airlines?
Singapore Airlines mencantumkan adult untuk penumpang berusia 12 tahun ke atas, sedangkan kategori children berlaku untuk usia 2–11 tahun dalam proses pemesanan.
Singapore Airlines memiliki ketentuan tersendiri untuk anak dan penumpang muda, sehingga kasus anak yang berulang tahun di antara penerbangan pergi dan pulang sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada maskapai sebelum tiket diterbitkan.
Dengan kata lain, jangan hanya mengandalkan asumsi bahwa tiket pulang-pergi otomatis mengikuti usia saat penerbangan pertama.
Bagaimana dengan AirAsia?
AirAsia menggunakan batas usia 12 tahun dalam kebijakan perjalanan anak. Misalnya, AirAsia menyebut anak berusia di bawah 12 tahun pada hari keberangkatan tidak diperbolehkan bepergian sendiri dan harus didampingi orang yang memenuhi persyaratan.
AirAsia menjelaskan, anak berusia 2 tahun atau lebih harus memiliki kursi sendiri dan membayar tarif yang berlaku.
Karena aturan dapat bergantung pada jenis penerbangan dan kondisi perjalanan, kasus anak yang mencapai usia 12 tahun di antara penerbangan pergi dan pulang tetap sebaiknya dikonfirmasi sebelum booking.
Bagaimana dengan Garuda Indonesia dan Citilink?
Garuda Indonesia dan Citilink memiliki ketentuan tersendiri mengenai penumpang anak dan penumpang di bawah umur.
Citilink, misalnya, memiliki ketentuan mengenai unaccompanied minor untuk penumpang usia tertentu pada penerbangan domestik.
Karena kategori child, adult, dan layanan unaccompanied minor merupakan hal yang berbeda, jangan menyamakan semuanya.
Jika anak bepergian bersama orang tua atau orang dewasa, persoalannya bukan hanya apakah anak itu masih berusia 11 tahun atau sudah 12 tahun, tetapi bagaimana maskapai menetapkan kategori penumpang pada masing-masing sektor penerbangan.
Jadi, Lebih Baik Booking Child atau Adult?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua maskapai. Kalau anak berusia 11 tahun saat berangkat dan genap 12 tahun sebelum penerbangan pulang, pilihan paling aman adalah: jangan menentukan kategori tiket hanya berdasarkan perkiraan.
Sebelum melakukan pembayaran, hubungi customer service maskapai dan sampaikan informasi secara lengkap. Contohnya:
“Anak saya lahir pada [tanggal lahir]. Saat penerbangan berangkat usianya masih 11 tahun, tetapi saat penerbangan pulang sudah berusia 12 tahun. Untuk tiket pulang-pergi, apakah si anak harus dipesan sebagai child atau adult?”
Sampaikan juga:
– tanggal lahir anak
– tanggal penerbangan pergi
– tanggal penerbangan pulang
– rute penerbangan
– apakah penerbangan langsung atau transit
– nama maskapai
– apakah tiket dibeli langsung dari maskapai atau melalui agen/travel
Informasi ini akan membantu customer service memberikan jawaban yang lebih tepat.
Simpan Jawaban Customer Service
Ini adalah langkah yang sering dilupakan. Jika customer service memberikan jawaban melalui email, live chat, atau kanal resmi lainnya, sebaiknya simpan bukti komunikasinya.
Misalnya, customer service menyatakan. tiket dapat dipesan sebagai child karena usia diperhitungkan dengan ketentuan tertentu, simpan:
– email
– nomor tiket atau nomor percakapan
– screenshot percakapan
– nama atau identitas petugas jika tersedia
– tanggal dan waktu komunikasi
Bukti akan berguna apabila nantinya ada pertanyaan ketika melakukan check-in. Hanya saja, perlu dipahami, jawaban customer service tidak menggantikan ketentuan resmi maskapai dan kebijakan dapat berubah.
Karena itu, pastikan informasi yang digunakan merupakan informasi yang berlaku pada saat pemesanan dan perjalanan.
Jangan Sengaja Memasukkan Usia yang Tidak Sesuai
Hal yang paling penting adalah jangan mengubah tanggal lahir atau kategori usia anak secara sembarangan hanya agar sistem menerima booking.
Tanggal lahir merupakan bagian dari data penumpang dan dapat diverifikasi menggunakan dokumen perjalanan.
Jika usia sebenarnya sudah 12 tahun pada salah satu penerbangan tetapi tiket dipesan menggunakan kategori yang tidak sesuai, masalahnya dapat muncul ketika check-in atau saat maskapai melakukan verifikasi data. Lebih baik memastikan aturan terlebih dahulu ketimbang mengambil risiko karena perbedaan kategori tiket.
Jadi, kalau anak belum berusia 12 tahun saat penerbangan pergi tetapi sudah berusia 12 tahun ketika penerbangan pulang, jangan langsung berasumsi bahwa tiket pulang-pergi harus dipesan sebagai adult.
Aturan usia penumpang dapat berbeda antar-maskapai. Cara paling aman adalah menghubungi customer service maskapai sebelum membeli tiket, kemudian menyebutkan tanggal lahir anak serta tanggal penerbangan pergi dan pulang.
Checklist Sebelum Booking
Sebelum membeli tiket, pastikan sudah mengetahui:
1. Tanggal lahir anak.
2. Usia anak pada tanggal penerbangan pergi.
3. Usia anak pada tanggal penerbangan pulang.
4. Aturan kategori penumpang maskapai.
5. Ketentuan untuk tiket pulang-pergi.
6. Ketentuan untuk penerbangan transit jika ada.
7. Apakah kategori child atau adult diterapkan per sektor penerbangan.
8. Jawaban resmi customer service, jika kasusnya tidak jelas.
Intinya: jangan hanya bertanya “anak saya umur 11 tahun atau 12 tahun?” tetapi tanyakan kepada maskapai bagaimana usia anak itu dikategorikan untuk setiap penerbangan dalam itinerary.
Demikian informasi mengenai tiket pesawat anak 12 tahun dengan judul Anak Berusia 11 Tahun Saat Berangkat tetapi 12 Tahun Saat Pulang, Harus Booking Adult? Happy traveling bersama anak-anak. (*)













