CERITA seru saya trip tiga negara di Amerika Selatan. Admin mo-trans telah mendapat izin untuk memublikasikan cerita perjalanan Anna Khristiantri selama trip Amerika Selatan, 7 – 24 November 2019. Amerika selatan merupakan benua tersendiri. Lokasinya di antara Samudera Pasifik dan Samudra Atlantik, terhubung dengan Amerika Utara melalui Tanah Genting Panama.
Garis katulistiwa melintasi benua ini, dan sebagian besar wilayahnya di bumi sisi selatan Jajaran pegunungan Andes menghiasi bagian barat benua ini, membujur dari utara hingga selatan. Bagian timur benua Amerika selatan merupakan dataran rendah, mengalir Sungai Amazon, dan punya hutan tropis yang lebat. Amerika Selatan merupakan dataran dengan berbagai hal kontras.
Ada hutan hujan (Amazon) dan gunung berkubah es, kota modern yang berkembang, dan jejak peradaban kuno. Ada sejarah asli dan berasal dari Eropa. Paduan itu ada di Buenos Aires, ibukota Argentina. Kalau kamu bisa berbahasa Spanyol, sungguh sebuah keberuntungan.
Kamu dapat memahami lebih dalam seni seni konservasi di sini, atau memaknai tarian Tango melalui penarinya, gerakan penuh emosi dan ekspresi yang tak lekang oleh waktu. Untuk kegiatan luar ruangan, mendakilah, atau bermain ski di pegunungan bergelombang di Tierra del Fuego dan Patagonia, daerah perbatasan Argentina dan Chile, atau menjelajahi Brasil, daerah yang memakan hampir setengah dari kawasan Amerika Selatan.
Negeri Samba itu punya pantai-pantai Samudera Atlantik, meliputi pantai Rio de Janeiro, Ipanema, dan beberapa tempat populer seperti Baia do Sancho dan Lopes Mendes. Jelajahi pula reruntuhan Jesuit La Santisima Trinidad de Parana di Paraguay, reruntuhan pra-Columbian di El Fuerte de Samaipata di Bolivia, kota Cartagena di Kolombia, dan benteng-pertahanan suku Inca di atas lembah Machu Picchu, Peru.
Anggota komunitas Backpacker Internasional ini, mengunjungi 3 negara yaitu Peru, Chile dan Argentina. Highlight dari trip ini adalah Machu Picchu, Patagonia dan Fin del Mundo (ujung dunia). Untuk penerbangan tiga negara itu, ada beberapa rute yang bisa diambil (1) melalui Eropa (Jakarta–Eropa–Amerika Selatan), (2) melalui Amerika (Jakarta-Amerika–Amerika Selatan), (3) melalui Australia (Jakarta–Australia–Amerika Selatan).
Mana yang lebih murah? Bisa mana aja, tergantung promo tiket. Tapi kalau memilih mana yang paling hemat waktunya, yaitu melalui Australia atau New Zealand (Selandia Baru). Jadi, karena waktu Anna terbatas (cutinya sebentar). dia memilih ambil flight lewat Australia. Durasi penerbangannya : Jakarta–Sydney (6-7 jam), Sydney–Santiago (13 jam).
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
BAGIAN PERTAMA : Peru-Machu Picchu
Day 1 = Jakarta–Sydney by SQ (transit sekali di Singapura). Biaya pulang pergi (PP) Rp 6,2 juta.
Day 2 = Sydney–Cuzco (transit dua kali di Santiago dan Lima), dengan Qantas dan Latam (Multicity Rp 12,4 juta)
Day 3 = Tiba di Cuzco atau sering disebut Qosqo atau Qusqu (overnight) Cuzco merupakan pintu gerbang masuk Machu Picchu, kurang lebih 75 km dari Kota Cuzco, Peru. Sampai di Cuzco sudah pukul 9 malam. Kami dijemput shuttle yang sebelumnya sudah saya pesan via hostel. Sampai hostel langsung istirahat karena besok pagi langsung trip ke Machu Picchu.
Cuzco berada di ketinggian 3399 mdpl. Untuk menghindari terkena AMS (acute mountain sickness), kami sempat beli obat AMS di Bandara Lima dan minum 2 pil sebelum terbang. Tiba di hostel sudah disediakan teh daun koka. Malam itu, kami fine-fine saja, tapi pagi harinya ketika kami sempatkan jalan sebentar di kotanya, langsung mulai pusing, mual dan napas pendek.
Kami minum pil AMS lagi sebelum melanjutkan perjalanan ke Ollantaytambo. Sepanjang jalan mual dan pusing tidak hilang, namun setelah sampai di Ollantaytambo, duduk sebeentar langsung sembuh. Lokas Ollantaytambo ini kebetelan lebih rendah dari Cuzco, yaitu di 2792 mdpl.
Day 4 = Perjalanan ke Machu Picchu. Bagaimana cara ke Machu Picchu? Ada beberapa pilihan, yaitu ikut local tour. Semua transportasi, hotel dan tiket masuk sudah dalam 1 paket, atau mau pergi sendiri, mengurus semuanya sendiri. Karena selisih harganya lumayan, kami pilih mengurus sendiri semuanya. Selain itu waktunya bisa lebih fleksibel. Apabila, mau pergi sendiri tanpa tur, ada beberapa tahap perjalanan untuk menuju Machu Picchu, start dari Cuzco. Tahapannya seperti ini :
Tahap I: Dari Cuzco, pagi-pagi-pagi harus ke Ollantaytambo dulu. Bisa naik sejenis shuttle bus yang disebut Colectivo. Lokasinya di Pavitos street, Cuzco. Untuk naik Colectivo ini, datang saja dan bayar di tempat 10 soles/orang. Sering pula ada tawaran taxi sharing cost untuk 4 orang, per org 15 soles. Dari Cuzco ke Ollantaytambo kurang lebih 2 jam perjalanan.
Tahap II: Dari Ollantaytambo menuju Aguas Calientes, naik kereta api (train) selama 1 jam lebih sedikit. Ada dua perusahaan kereta yang beroperasi, yaitu Perurail dan Incarail. Masing-masing ada kelas dari yang paling murah (ekonomi) sampai paling mahal (eksekutif).
Mana lebih bagus? Perurail atau Incarail? Sama saja sih menurut saya. Kalau saya tinggal pilih saja harga termurah, dan paling pas dengan jadwal kita. Saya memilih Incarail kelas ekonomi (Voyager), dengan harga tiket 59 dolar AS (PP). Tiket kereta bisa dipesan secara online di websitenya. Menginap semalam di Aguas Calientes.
Tahap III: Ini Day 5, dari Aguas Calientes menuju Machu Picchu, naik bus selama 30 menit. Tiket bus seharga 24 dolar AS (PP). Sebaiknya tiket bus ini dipesan secara online karena antreannya sangat panjang. Saya sarankan menginap semalam di Aguas Calientes, biar tidak buru-buru. Tiket masuk Machu Picchu pesan secara online. Harganya 45 dolar AS.
Tahap IV: Masuk Machu Picchu. Dalam tiket yang sudah kita booking tertera jam masuk. Kita dapat waktu 3-4 jam karena jumlah pengunjung dibatasi 5000 orang per hari. Disarankan menggunakan jasa guide, jadi bisa lebih tahu sejarah Machu Picchu dan tempat-tempat yang ada di dalam kota itu. Harga jasa guide 10-20 dolar AS per orang, tergantung jumlah peserta. Selama berada di area Kota Machu Picchu, kamu tidak boleh makan, buang sampah, dan tidak ada toilet. Jadi, sebisa mungkin semua urusan itu sudah selesai sebelum masuk area tur.
Tahap V: Selesai tur, jangan lupa minta cap stamp Machu Picchu di paspor buat kenang-kenanganan. Kalau yang ini tidak wajib. Tahap VI : Perjalanan kembali ke Cuzco. Naik bus lagi dari Machu Picchu ke Aguas Calientes, lanjut kereta Incarail dari Aguas Calientes menuju Ollantaytambo. Terakhir, naik colectivo atau share taxi dari Ollantaytambo menuju Cuzco.
Perhitungan Pengeluaran :
– Cuzco-Ollantaytambo (share taxi durasi 2 jam): 30 dolar AS (PP).
– Ollantaytambo-Aguas Callientes by Incarail Train (durasi 1 jam): 59 dolar AS (PP).
– Aguas Callientes-Machu Picchu by bus (durasi 30 menit): 24 dolar AS (PP).
– Tiket masuk Machu Picchu: 45 dolar AS.
– Jasa Guide: 15 dolar AS/orang (private guide)
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
BAGIAN KEDUA : Chile Patagonia
Amerika Selatan, terutama di Patagonia, termasuk destinasi yang tidak bisa dibilang murah. Penerbangan ke sana jauh dari Indonesia dan jarang ada promo. Transportasi antarkota maupun antarnegara di sana, juga mahal, baik pesawat maupun transportasi darat. Sebagian besar wisatanya harus ikut local tour, yang harganya tidak murah (selain untuk yang mau hikking). Misalnya, melihat penguin, atau sekadar mengunjungi glacier.
Jadi, setelah dari Machu Picchu, Cuzco, Peru saya melanjutksn trip ke Chile bagian selatan, yaitu wilayah Patagonia (Chillean Patagonia). Tempat yang kunjungi Magdalena Island (Isla Magdalena) untuk melihat penguin, Serrano dan Balmaceda Glacier, dan Torres del Paine National Park. (Khusus national park ini saya bahas di bagian lain karena saya visitnya pas di akhir trip), dan lanjut menuju wilayah paling ujung selatan, yaitu Puerto Williams.
Dari Santiago, kami terbang selama 3 jam menuju Kota Punta Arenas, yang merupakan pintu gerbang Patagonia. Di Punta Arenas, kami join dengan local tour ke Isla Magdalena, lalu lanjut naik bus selama 3 jam menuju Kota Puerto Natales. Di sini kami join local tour ke Serrano dan Balmaceda Glacier.
Puerto Natales merupakan base buat yang mau treking ke Torres del Paine National Park. Dari Puerto Natales, nanti kembali ke Punta Arenas untuk melanjutkan perjalanan ke daerah paling selatan di dunia, yaitu Puerto Williams (The Southernmost Settlement in the World), dengan naik Ferry, selama 30 jam.
Berikut detail Itinerary dan sekaligus besar pengeluarannya.
Day 6 = Cuzco-Santiago
Flight Cuzco–Lima by Viva Air : Rp 633.000
Flight Lima–Santiago by Sky Airlines : Rp 1,8 juta)
Overnight at Santiago Airport
Day 7 = Santiago-Punta Arenas by Latam : Rp 1,1 juta (PP)
Siang : Join Half Day Magdalena Island Navigation Tour.
Operator tour by Denomades : 97 dolar AS.
Tur mulai : pukul 13.30-16:00.
Kami naik kapal Catamaran, yang membawa kami ke Monumen Alam Los Pingüinos, Magdalena Islands. Ini adalah kawasan liar yang dilindungi. Perjalanan dari Punta Arenas ke Magdalena Islands kurang lebih 60 menit. Di Magdalena Islands, kami mendapat jatah waktu satu jam untuk eksplor dan melihat penguin.
Kami berjalan dengan trek sepanjang 800 meter hingga mencapai old mercusuar. Sepanjang jalan bisa bertemu dengan banyak Magellanic Pinguin dari dekat, tapi kita tidak boleh menyentuh, mengejar atau mengganggu penguin. Jarak terdekat mengambil foto penguin 2 meter. Setelah eksplor satu jam, kembali ke dermaga untuk naik kapal kembali ke Punta Arenas. Sorenya, perjalanan Punta Arenas-Puerto Natales by Bus Fernandez (3 jam), dengan harga 11 dolar AS. Overnight at Puerto Natales.
Day 8 = Puerto Natales
Join Full Day Tour : Balmaceda and Serrano Glacier Navigation (by Denomades) : 133 dolar AS. Durasi tur 7 jam, dari pukul 07.30-14.30, Tur ini mengunjungi Serrano Glacier dengan Catamaran, perjalanan sekitar 2 jam sampai ke Puerto Toro, kemudian treking sepanjang 1 km, melewati native forest dan sepanjang tepi Laguna Tempanos, sampai ke Serrano Glacier.
Ketika pulang melewati Balmaceda Mountain. Di sini bisa melihat Balmaceda Glacier dari atas kapal serta melewati waterfalls dan kawanan sea lions. Di atas kapal kami dapat menikmati whiskey dengan es dari glacier. Waktu perjalanan pulang kami mampir ke Ranch (Estancia Pirales) untuk menikmati special lunch with Patagonian Style: Roasted Magellanic Lamb plus local wine yang nikmat, terus kembali ke Puerto Natsles. Overnight at Puerto Natales.
Nah, ini yang melelahkan. Perjalanan 30 menuju Fin Del Mundo (End of the World). Day 9 = Puerto Natales-Punta Arenas by Bus Sur (3 jam) : 11 dolar AS. Pukul 16:00 : Yaghan Ferry from Punta Arenas-Puerto Wiliiams, Chile selama 30 jam. Harga tiket 108 dolar AS.
Dari Punta Arenas, kami perlu naik Tabsa Ferry atau disebut Yaghan Ferry selama 30 jam menuju Puerto Williams, Chile, yang merupakan kota paling selatan di dunia, yang terletak di Navarino Island, masuk dalam Magellan and Chilean Antartica Region. Tabsa Ferry ini bukan cruise, tapi sebenarnya kapal kargo yang juga membawa penumpang. Harganya murah, jadi hanya menyediakan fasilitas dasar, makan pagi, siang, malam free.
Walau seadanya lumayan nyaman dan makanannya enak. Dengan harga tiket 108 dolar AS bisa tidur 2 malam plus makan 3 kali sehari plus bonus view pemandangan yang menakjubkan. Kapal feri ini hanya jalan 6 kali dalam sebulan, setiap hari Kamis. Berangkat pukul 18.00 dari Punta Arenas, sampai di Puerto Williams hari Sabtu dini hari pukul 01.00 pagi, dan setiap hari Senin dua minggu sekali.
Hari pertama kami menikmati Sunset yang sangat indah dari atas kapal. Beruntung sekali cuaca selama 2 hari selalu cerah, tidak ada hujan badai. Kata pak pilotnya kalau beruntung bisa bertemu dolphin, whales, sea lions dan lainnya. Sayang sekali kami hanya ketemu beberapa sea lions yang berenang di dekat kapal. O iya, selama 30 jam di atas kapal feri dan selama di Puerto Williams tidak ada wi-fi dan tidak ada sinyal sama sekali. No internet.
Day 10 = Perjalanan melewati Pouvenir, Strait of Magellan an Beagle Channel by Yaghan Ferry. Dengan biaya hanya 108 dolar AS, kita bisa dapat view yang superkereen, yaitu melewati banyak glacier (baik dari jauh atau dekat), melihat hewan dan berbagai jenis burung. Rutenya mirip dengan cruise austral broom dari Punta Arenas ke Ushuaia yang mahal itu. Ushuaia 4 malam, harga tiketnya 2000 dolar AS.
Jadi, view yang dilihat sama dengan biaya jauuh beda, dan tentunya fasilitas yang berbeda juga. Hari kedua bersama Yaghan Ferry, kami bertemu banyak glacier, dan bisa lihat dari dekat. Pilot mengajak ke ruangannya untuk ngobrol. Dia menceritakan nama-nama glacier. Sayang lupa semua. Nahkoda pernah ketemu Orca (Killer whale), yang besarnya setengah kapal.
Pada hari ketiga dini hari, sekitar 01:30, sampailah kami di The Southermost Settlement in the World, yaitu Puerto Williams, yang terletak di Navarino Islands, masuk provinsi Magellan and Chillean Antartica Region. Sebenernya selain naik feri 30 jam ini, ada transportasi lain dari Punta Arenas ke Puerto Williams, yaitu dengan pesawat. Jadwal terbangnya, setiap hari pukul 10.00, dengan durasi 40 menit (Danube Wings). Harga tiket sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta (one way).
Selain itu, ada bus dari Punta Arenas langsung ke Ushuaia melewati cross border darat, durasi selama 17 jam. Harganya sekitar 50 dolar AS, tapi tidak mampir ke Puerto Williams. Tapi dari awal kami memang ingin naik feri karena menawarkan pengalaman yang berbeda.
BAGIAN KETIGA : Fin Del Muno (Ujung Dunia)
Setelah naik Yaghan Ferry dari Punta Arenas ke Puerto Williams selama 30 jam, sampailah kami di Puerto Williams, Chille. Inilah Day 11. Puerto Williams lokasinya di Navarino Island, Provinsi Magallanes, Chile. Secara geografis merupakan daerah paling selatan di dunia (The Southernmost Settlement in the World).
Bahkan lebih selatan daripada Ushuaia. Puerto Williams hanya sebuah kota kecil, menurut saya tak bisa disebut city, sehingga kurang terkenal seperti tetangganya, Ushuaia. Sebagai kota kecil, Puerto Williams relatif sepi. Jarang banget ada turis, paling-paling hanya mereka yang memang berniat treking.
Ketika Yaghan Ferry tiba di Puerto Williams dini hari itu, sebagian penumpang tetap stay di dalam kapal feri sambil menunggu pagi. Hanya saja harus mau nambah biaya 26 dolar AS. Kami sudah booking hostel yang lokasinya dekat banget dengan dermaga, jadi tinggal menyeberang jalan saja. Ternyata beberapa penumpang menginap di hostel yang sama.
Nama hostelnya Refugio El Padrino, pemiliknya namanya Caecillia. Hostel ini ngga ada di booking.com atau Agoda. Saya booking lewat messenger facebook, trus lanjut via WA. Semalamnya 25 dolar AS per orang. Hostelnya nyaman dan homy bangeettt. Hostnya ramah, suasananya nyantaaaiiii.
Setiap kami nanya sesuatu, misalnya jam berapa boat berangkat atau waktu kami harus jalan, jawabannya pasti : Relaaaxxx, santai saja. Hostel menyeikaan breakfast, berupa sandwich dengan beragam topping. Terus ngobrol sambil sarapan dengan penghuni lain.
Rata-rata mereka stay beberapa hari di Puerto Williams karena mau treking ke Dientes de Navarino. Memang untuk mencapai puncak, perlu treking beberapa hari, atau kalau mau cepat, ke Cerro Bandera, yang hanya sehari saja. Kami siangnya di hari yang sama, langsung lanjut nenyeberangi Beagle Channel menuju Ushuaia dengan Crossing Boat.
Kami sempat jalan-jalan sebentar di pusat koat Puerot Williams, sampai ke Yacht Club Micalvi, tempat yacht-yacht yang mau sailing ke Cape Horn atau bahkan ke Antartika. Pukul 13.00, saat menyeberangi Beagle Channel menuju Ushuaia, Argentina.
Dari Puerto Williams harus naik shuttle dulu kurang lebih 2 jam menuju Puerto Navarino. Jalannya berkelok, benar-benar bikin mual, hehehe. Puerto Navarino adalah port tempat boat kita mangkal. Ternyata portnya kecil dan sepi banget. Boatnya kecil, hanya berisi 6 orang. Durasi Penyebrangannya selama kurang lebih 45 menit.
Harganya mahal, untuk crossing boat plus shuttle per org 120 dolar AS, lebih mahal dari harga Tabsa Ferry yang 30 jam itu. Tapi gimana lagi, mau tidak mau harus menyeberang. Crossing boat dari Puerto Williams ini jadwalnya sehari sekali pagi hari, hari Minggu libur.
Untuk arah sebaliknya sama tapi sore hari. Namun apabila cuaca tidak mrndukung maka penyeberangan ditunda (cancel). Kalau mau keluar dari Puerto Williams ini hanya ada 3 cara, yaitu : naik Yaghan Ferry ke Punta Arenas, seminggu sekali, flight ke Punta Arenas (jadwal tidak setiap hari ada), atau menyeberang ke Ushuaia dengan Crossing Boat.
Setelah 45 menit menyeberangi Beagle Channel, kami mencapai Ushuaia, Argentina, The Southernmost City in The World, another Fin del Mundo. Turun dari boat, kami langsung menuju kantor imigrasi. Paspor dicek. Sempat deg-degan karena visa Argentina saya apply secara online.
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
Hanya berupa kertas print yang terpisah, bukan visa reguler yang ditempel di paspor sedangkan visa teman saya reguler. Deg-degan takut ditolak masuk border darat atau laut dengan visa online, karena ada yang bilang kalau visa online tidak bisa masuk lewat border darat. Setelah menunggu 15-30 menit, dengar bunyi ‘Tok’, saya dapat cap Argentina di paspor.
Ushuaia berada di Tierra del Fuego Archipelago, Argentina, di ujung paling selatan benua Amerika. Ini kota besar, ramai serta sangat touristy. Wajar sering disebut ‘Shouthernmost City in the World’, juga banyak slogan Fin del Mundo (end of the world/ujung dunia). Suasananya sangat beda dibanding Puerto Williams.
Yang paling menarik di Ushuaia, adalah pelabuhannya. Banyak yacht dan kapal mewah dari besar sampai kecil ada. Hampir semua tour operator ada di sana. Dengan background pegunungan yang diselimuti salju, membuat view kota ini semakin indah. Pelabuhan ini juga tempat embarkasi kapal cruise menuju Antartica.
Jarak Ushuaia dengan semenanjung Antartika ‘hanya’ 1000 km. Hari pertama di Ushuaia, kami jalan-jalan menikmati suasana dan naik double decker bus keliling kota. Malamnya, kami mencoba makan di restoran, mencicipi King Crab khas Ushuaia. Hmm Yummy
Day 12 = Ushuaia
Full day tour : Beagle Channel Navigation and Walk with Pinguin at Martillo Island by Pira Tour : 165 dolar AS. Tur ini akan membawa kami mengarungi Beagle Channel (kanal yang memisahkan Ushuaia Argentina dengan Puerto Eilliam Chille) dan mengunjungi Martillo Island untuk melihat pinguin.
Pagi hari kami bertemu di meeting point, Don Eduardo Arturo Brisighelli Pier atau Touristic Pier, kemudian sailling mengarungi Beagle Channel dengan kapal Catamaran, menuju mercusuar tua bernama Les Eclaireurs Lighthouse. Di sekitar Lighthouse terdapat pulau kecil antara lain Sea Lions Island (La Isla de Los Lobos), habitat sea lions dan pulau lain yang ada habitat berbagai spesies burung.
Kami menuju Estancia Haberton (Ranch) untuk makan siang, lanjut naik small boat menuju Martillo Island. Di Martillo Island, kami melihat pinguin utk kedua kalinya. Sebelumnya kami mlihat di Magdalena Island, Punta Arenas, Chile, sekarang lihatnya di Martillo Island, Ushuaia, Argentina.
Martillo Island merupakan habitat penguin jenis Gento. Ada pula Magellanic Pinguin yang mampir ke sana untuk tinggal sementara buat nesting (bersarang, hidup berkeluarga). Di sini lebih banyak penguin dan mereka bergerombol. Kami bisa melihat lebih dekat, bahkan dalam jarak 1 meter. Makanya, nama tur ini ‘Walk with pinguin’.
Sebenarnya, penguin ini tidak menyadari keberadaan kita, karena kemampuan matanya di darat terbatas, akan lebih jelas di dalam air/laut. Jadi, keberadaan kita di dekat mereka tidak menjadi ancaman, kecuali kalau kita melakukan aktivitas yang mengganggu atau mengagetkan mereka, atau membuat suara keras dan gaduh.
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
Kita harus mendekat secara pelan-pelan dan tanpa bersuara, agar penguin tidak kabur. Setelah 1 jam di Martillo Island, kembali ke Harberton Ranch melihat Achatusun museum, terus lanjut naik bus kembali ke Ushuaia. Overnight at Ushuaia
Day 13 = Hari terakhir di Ushuaia, kami join half day tour ke Tierra del Fuego National Park plus Tren Del Fin Del Muno (Pira Tour) seharga 62 dolar AS. Selain melihat beberapa view point di dalam National Park, kita bisa naik ‘The end of the world train” atau ‘Tren del Fin del Mundo” alias Kereta api di ujung dunia.
Turnya sendiri tidak termasuk tiket naik kereta ini, yaitu 1200 peso dan National Park entrance 560 peso. Durasi naik kereta 1 jam, dengan jalur berada di dalam Tierra del Fuego National Park. Suasana di Tierra del Fuego NP terutama utk naik The end of the world train sangat touristy, ramai bangetttt. Kami sempat bertemu dengan rombongan dari Indonesia di sana.
Kalau view National Park-nya sendiri bagus tapi nggak terlalu istimewa. Mungkin akan lebih dramatis kalau ke sana pas winter, penuh salju (maklum orang tropis, semua yang ada saljunya tampak indah). Terakhir kami mampir ke : The End of The World Post Office. The southernmost post office in the world.
Kantor pos ini lokasinya ada di dalam Tierra del Fuego National Park, di Esenada Bay, Argentina. Hanya buka during summer (November s/d Maret). Di sini, bisa beli postcard dan perangko, sekaligus kirim kartu pos ke alamat tujuan atau minta cap di paspor Fin del Mundo, tapi bayar, nggak gratis hehehe. Antrean beli perangko dan cap paspor lumayan panjang.
BAGIAN KEEMPAT : Patagonia, Argentina
Saya sharingkan pula, perjalanan saya ke Patagonia, November 2019. Semoga bisa menginspirasi untuk menyusun kembali mimpi-mimpi travelling yang belum terealisasi. Mumpung saat ini kita diberikan waktu untuk jeda cukup lama. Jadi, bisa lebih matang merencanakan trip. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.
Day 13 sore = Flight from Ushuaia-El Calafate (by Aerolineas Argentinas). Harga tiket Rp 3,6 juta. Sampai El Calafate langsung naik Shuttle menuju El Chalten selama 3 jam, dengan tiket seharga 40 dolar AS. Overnight at El Chalten.
Day 14 = El Chalten merupakan kota kecil, menjadi start untuk melakukan pendakian ke Gunung Fitz Roy di dalam Taman National Los Glaciares. Ada banyak pilihan jalur pendakian, baik durasi harian maupun yang hanya hitungan jam. Rencana awal, Di El Chalten, kami mau hiking utk melihat Gunung Fitz Roy. Namun dari pagi sampai siang hujan dan mendung teruusss.
Siang hari kami hanya bisa hiking di Mirrador de Las Condores. Durasi hanya 2-3 jam (PP). Jalannya lumayan nanjak.
Meski mendung dan gerimis kami bisa sampai view point untuk melihat El Chalten dari atas. Sayangnya Gunung Fitz Roy tertutup kabut (mendung). Di sini juga bisa melihat banyak burung Condor (Rajawali) yang terbang berseliweran.
Kalau tidak hujan dan bisa bangun pagi, tempat ini juga menjadi view point untuk melihat sunrise dengan view Gunung Fitz Roy. Oh ya, suasana kota (small town) El Chalten sendiri sangat menyenangkan. Walau touristy tapi sepi karena kebanyakan yang ke sini tujuannya hiking.
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
Sebagian besar terdiri Hotel, Hostel, Restaurant, Bar, Souvenir Shops, Supermarket. Kalau tak mau nginap, banyak day tour dari El Calafate ke El Chalten, return to El Calafate. Sore harinya, kami beranjak dari El Chalten ke El Calafate dengan bus selama 3 jam, dengan tike 19 dolar AS. Overnight at El Calafate.
Day 15 = El Calafate-Perito Moreno Glacier
Perito Moreno Glacier merupakan salah satu highlight dari trip saya kali ini. Lokasinya di Taman Nasional Los Glaciares, barat daya Provinsi Santa Cruz, Argentina. Merupakan salah satu tempat wisata paling penting di Patagonia Argentina. Perito Moreno Glacier terletak 78 km dari El Calafate.
Perito Moreno Glacier mulai terbentuk selama Zaman Es terakhir. Para ilmuwan menghitung bahwa gletser Perito Moreno berusia sekitar 18.000 tahun. Glacier ini merupakan formasi es 250 km2, panjangnya 30 km, lebar 5 km, dengan ketinggian rata-rata 74 m di atas permukaan air Danau Argentino. Kedalaman es total 170 meter.
Ice field ini adalah cadangan air tawar terbesar ketiga di dunia, setelah Antartika dan Greenland. Kami mengambil full day tour Perito Moreno Glacier and Minitrekking Glacier by HieloyaVentura seharga 151 dolar AS (8000 ARS). Durasi total 10 jam.
Tur meliputi naik kapal menyeberangi Lago Rico, treking di Perito Moreno Glacier, melihat glacier dari panoramic view/walkway, dan antarjemput dengan bus dari dan ke hostel. Pada pagi hari, kami dijemput di hostel di El Calafate, kemudian naik bus selama 2 jam perjalanan. Tiba di Bajo de las Sombras Port, kami berganti naik boat menyeberangi Lago Rico selama 20 menit menuju ke pantai yg ada di seberangnya.
Saat itu, kami melewati bagian depan Southern Wall of Perito Moreno Glacier. Setelah kapal merapat di seberang, kami disambut mountain guides dan diberikan beberapa pengarahan. Kemudian menuju shelter (kabin) tempat penitipan tas atau barang bawaan lain, serta kesempatan menggunakan toilet karena di glacier tidak ada toilet.
Kami berjalan melewati ‘Patagonian Andean Forest’ sekitar 20-30 menit menuju lokasi trekking glacier. Sebelum mulai hiking kami diberikan crampon dan helm sbg safety equipments. Selain itu sarung tangan, sepatu hiking, dan jaket windbreaker juga wajib digunakan. Hikingnya tergolong moderate, tidak terlalu susah, tapi harus benar-benar mengikuti petunjuk uide.
Cara berjalan kedua kaki harus selalu terbuka dan dihentakkan pada es/glacier agar menancap pada es, sehingga tidak jatuh atau terpeleset. Hiking di glacier selama 1,5 jam dan di saat terakhir kami disuguhi free whiskey dari es diambil langsung di glacier.
Patagonia adalah wilayah geografis luas yang mencakup sekitar sepertiga benua Amerika Selatan bagian selatan. Berasal dari kata ‘patagon’, istilah Magellan untuk menggambarkan penduduk asli daerah itu. Etimologi kata ini tidak diketahui pasti, meskipun mungkin merujuk pada ‘kaki besar’.
Pada 1520-an, Magellan memopulerkan mitos yang bertahan selama berabad-abad, yang menyatakan, Patagonia dihuni oleh raksasa. Kenyataannya, “raksasa” itu sebenarnya suku Tehuelches dan Aonikenk, yang memiliki tinggi badan rata-rata 180 cm, dibandingkan tinggi rata-rata orang Spanyol saat itu yang hanya 155 cm.
Mitos Patagonian tidak sepenuhnya bisa dipatahkan sampai akhir abad ke-18. Patagonia terletak di wilayah Chili dan Argentina dan terutama terdiri dari stepa (dataran luas), yang ditandai dengan semacam lansekap teras dengan perbedaan tinggi ekstrem (sekitar 100 meter).
Mayoritas wilayah Patagonia bersuhu dingin dan berangin. Di bagian barat Patagonia, naik ke pegunungan Andes, pohon semakin banyak dijumpai yang diiringi dengan meningkatnya populasi hewan. Bagian selatan Patagonia umumnya dingin dan memiliki lapisan es luas. Itu sebab, dataran Patagonia dibentuk oleh puluhan ribu tahun siklus glasial.
Terakhir, kami naik bus menuju Walkaways Perito Moreno Glacier. Kami bisa melihat spectaculer Panoranic view of thr glacier, yaitu view utk melihat glacier dari dekat. Kami diberikan waktu 1 jam sebelum kemudian kembalike El Calafate. Overnight at El Calafate
Day 16 = El Calafate-Puerto Natales with Torres Del Paine National Park Tour by Southroad seharga 190 dolar AS. Ya, ini hari terakhir kami kembali ke Chile dari El Calafate. Apabila melewati border darat bisa naik bus selama 5 jam menuju Puerto Natales. Demi menghemat waktu, kami memilih untuk sekalian join Full Day Tour ke Torres del Paine National Park, Start from El Calafate with ending at Puerto Natales.
Rutenya: El Calafate – Torres del Paine NP – Puerto Natales. Jadi tur ini sekaligus menjadi perjalanan kami kembali ke Puerto Natales, Chille. Torres del Paine National Park (saya singkat TDP) atau Parque Nacional Torres del Paine) adalah taman nasional yang meliputi gunung, gletser, danau, dan sungai di selatan Chile Patagonia.
Taman ini terletak 112 km (70 mil) di utara Puerto Natales dan 312 km (194 mil) di utara Punta Arenas. Berbatasan dengan wilayah Argentina sekitar 300 km kearah selatan, yaitu El Calafate. Luas TDP sekitar 181.414 hektare, merupakan salah satu taman terbesar dan paling banyak dikunjungi di Chile dan dinyatakan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO pada 1978. Secara internasional diakui sebagai salah satu tempat paling indah, unik dan tidak tercemar di planet ini.
TDP meliputi beberapa pehunungan dengan puncaknya antara lain Torres d’Agostini, Torres Central dan Torres Monzino, yang membentang hingga 2.500 meter di atas permukaan laut, dan bergabung dengan Cuernos del Paine. Daerah ini juga menawarkan lembah, sungai seperti Paine, danau, dan gletser. Danau yang terkenal termasuk Gray, Pehoé, Nordenskiöld, dan Sarmiento. Gletser, termasuk Grey, Pingo dan Tyndall, milik Southern Ice Patagonia Field.
Torres del Paine NP punya tiga puncak granit khas pegunungan Paine atau Paine Massif, yang terkenal dengan sebutan Base de Las Torres. Untuk mencapai kesana harus hiking minimal 1 day hike. Saya tak hiking tapi ambil tur dengan bus mengunjungi beberapa view point TDP. Sedangkan Base de las Torres nya hanya bisa dilihat dari kejauhan.
Cerita Seru Saya Trip Tiga Negara di Amerika Selatan
Pagi hari kami dijemput bus, lanjut perjalanan menuju land border Argentina-Chille. Pemeriksaan di sini agak lama, terutama saat masuk lewat imigrasi Chille. Semua penumpang harus turun dan diperiksa barang bawaannya. Tidak boleh membawa buah dan makana berbasis tumbuhan dan hewani.
Setelah itu, kami menuju Torres del Paine National Park ke beberapa View Point, antara lain : Lago Sarmiento de Gamboa, Laguna Armaga (melihat kawanan Guanacos), Lago Pehoe, Salto Grande Falls, Mirrador de Los Cuernos del Paine dan Lake Nordenskjold (trekking selama 1 jam). Selesai tur kami di drop di perbatasan Chille, dijemput shuttle bus menuju Puerto Natales. Sebagian ikut kembali ke El Calafate.
Day 17 = Sore sebelumnya, kami melakukan perjalanan dari Puerto Natales-Punta Arenas by Bus Sur (3 jam dengan tiket 11 dolar AS. Malamnya, overnight flight from Punta Arena ke Santiago by Latam. Lalu, terbang dari Santiago ke Sydney dan overnight di Sydney, Australia. Day 18 = terbang dari Sydney ke Jakarta (transit Changi, Singapura) karena menggunakan Singapore Airlines (SQ).
Catatan : selama menjelajahi Amerika Selatan ini sebagian besar saya menginap di hostel, baik kamar dorm maupun private. Total biaya penginapan selama 11 malam Rp 3,7 jutaan. Jadi, kalau rata-rata per malam sekitar Rp 330.000. Untuk total biayanya silakan dijumlahkan sendiri.
Tip : Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa trip ke Amsel tidak bisa dibilang murah, namun trip saya tidak bisa menjadi patokan. Masih dapat ditekan lagi biayanya di transportasi dan tur. Kuncinya adalah ketersediaan waktu yang fleksibel dan cukup (lama).
Kalau teman-teman memiliki waktu yang fleksible sangat memungkinkan mendapatkan tiket yang lebih murah dari trip saya. Misalnya, ambil jalur Eropa/Amerika yang lumayan sering ada promo atau penyusunan Itinerary-nya bisa lebih fleksibel sehingga bisa menghemat transportasi yang lain, misalnya dari Ushuaia ke El Calafate ganti naik bus bisa lebih hemat, yaitu 48 dolar AS, tapi durasi lebih lama (di atas 30 jam).
Atau kalaupun mau tetap naik pesawat bisa memilih pas tanggal yang harganya murah. Hal ini tidak bisa dilakukan kalau waktu kita terbatas atau tidak fleksibel. Pilihan destinasinya disesuaikan dengan minat masing-masing. Misalnya, tidak mau naik feri 30 jam, bisa diganti naik bus dari Punta Arenas ke Ushuaia selama 17 jam, biaya hanya 50 dolar AS tanpa,mampir ke Puerto Williams, jadi tak perlu bayar crossing boat yang mahal).
Untuk rute atau Itinerary bisa utak-atik sendiri sesuai kebutuhan, misalnya dari Puerto Natales langsung ke El Calafate naik bus, baru kemudian ke Ushuaia, dan sebagainya. Tur yang saya ini tidak harus semua diambil, lebih diseleksi saja sesuai minat. Demikian sharing story saya. Semoga bermanfaat. (*)
Eksplorasi konten lain dari modatransportasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















wah kalo liat gini gue jd kangen travelling dah, skrg msh parno akhirnya main game full dah ahhahahahhah gara2 satu game ini nih https://3kr.wavegame.net/ tapi emg seru bet sih makanya gue ketagihan wakowakowako