PERTAMA kali liburan ke luar negeri memang bisa terasa menyenangkan tapi sekaligus membingungkan. Selain menentukan negara tujuan, perlu menyiapkan paspor, mengecek persyaratan masuk negara tujuan, membeli tiket pesawat, menyiapkan uang, memahami aturan bagasi, hingga mengetahui cara menggunakan transportasi setelah tiba di bandara.
Tapi, perjalanan ke luar negeri bisa dilakukan dengan lebih mudah jika persiapannya dibuat secara bertahap. Tidak perlu langsung membuat itinerary rumit. Mulailah dari negara yang relatif mudah dijangkau, pelajari aturan perjalanannya, kemudian siapkan kebutuhan utama jauh-jauh hari.
Berikut panduan lengkap pertama kali liburan ke luar negeri untuk pemula, mulai dari persiapan sebelum berangkat sampai tiba kembali di Indonesia.
1. Tentukan Negara Tujuan
Langkah pertama adalah menentukan negara yang ingin dikunjungi. Untuk perjalanan pertama, pertimbangkan beberapa hal seperti jarak penerbangan, biaya perjalanan, bahasa, sistem transportasi umum, keamanan, serta persyaratan masuk bagi warga negara Indonesia.
Negara di Asia Tenggara sering menjadi pilihan karena jaraknya relatif dekat dari Indonesia dan banyak pilihan penerbangan. Beberapa destinasi yang dapat dipertimbangkan antara lain Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Jangan hanya memilih berdasarkan tempat wisata. Pertimbangkan pula apakah sudah memahami cara berpindah dari bandara menuju hotel, cara membeli tiket transportasi, metode pembayaran, dan aturan masuk negara tersebut.
Tips memilih negara untuk perjalanan pertama
Sebelum membeli tiket, cari tahu:
– Apakah warga negara Indonesia memerlukan visa?
– Berapa lama masa berlaku paspor yang disyaratkan?
– Apa saja persyaratan masuk?
– Berapa lama penerbangannya?
– Berapa perkiraan biaya akomodasi?
– Bagaimana transportasi umum di negara itu?
– Mata uang apa yang digunakan?
– Apakah kartu pembayaran Indonesia dapat digunakan?
– Apakah ada aturan khusus untuk barang bawaan?
Persyaratan perjalanan dapat berubah. Selalu periksa informasi terbaru dari situs resmi imigrasi, kedutaan, maskapai, atau otoritas terkait sebelum berangkat.
2. Pastikan Memiliki Paspor
Paspor adalah dokumen utama untuk perjalanan ke luar negeri. Kalau belum memiliki paspor, urus dokumen perjalanan itu sebelum membeli tiket internasional yang tidak dapat dikembalikan. Periksa kembali:
– nama lengkap
– tanggal lahir
– nomor paspor
– tanggal penerbitan
– tanggal kedaluwarsa
– kondisi fisik paspor
– halaman tanda tangan
Jangan hanya memperhatikan apakah paspor masih berlaku. Negara tujuan dapat memiliki ketentuan tertentu mengenai sisa masa berlaku paspor saat seseorang memasuki wilayahnya. Aturan setiap negara berbeda, periksa persyaratan resmi sebelum berangkat.
Selain membawa paspor fisik, simpan salinan atau foto halaman identitas paspor di tempat yang aman. Salinan itu bukan pengganti paspor, tetapi dapat membantu sebagai cadangan informasi apabila dokumen utama bermasalah.
3. Cek Apakah Membutuhkan Visa
Setelah paspor siap, periksa apakah negara tujuan membutuhkan visa. Tidak semua perjalanan internasional memerlukan visa. Ada negara yang memberikan fasilitas bebas visa, visa on arrival, electronic visa, atau jenis izin perjalanan lainnya untuk pemegang paspor Indonesia, tergantung ketentuan yang berlaku.
Jangan berasumsi bahwa aturan visa selalu sama. Sebelum membeli tiket, cek:
1. apakah visa diperlukan
2. jenis visa yang sesuai
3. masa berlaku visa
4. lama tinggal yang diperbolehkan
5. dokumen pendukung
6. ketentuan masuk lainnya
Gunakan sumber resmi pemerintah atau perwakilan diplomatik negara tujuan untuk mendapatkan informasi terbaru.
4. Tentukan Waktu dan Lama Perjalanan
Setelah menentukan negara tujuan, pilih tanggal perjalanan. Untuk liburan pertama, perjalanan sekitar 3–5 hari, dapat menjadi pilihan yang cukup sederhana untuk mencoba perjalanan internasional tanpa membuat itinerary terlalu padat.
Perhatikan musim liburan, hari libur nasional, cuaca, dan harga tiket pesawat serta hotel. Jangan membuat jadwal terlalu penuh (berdekatan). Misalnya, jika pesawat tiba sore hari, jangan memasukkan lima tempat wisata di hari itu. Berikan waktu untuk proses imigrasi, ambil bagasi, menuju hotel, check-in, dan beristirahat.
5. Buat Anggaran Liburan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah hanya menghitung harga tiket pesawat dan hotel. Padahal, biaya perjalanan ke luar negeri juga mencakup transportasi, makan, tiket objek wisata, internet, oleh-oleh, asuransi jika diperlukan, serta dana darurat.
Buat anggaran dengan beberapa kategori. Sebaiknya jangan menghabiskan seluruh uang yang dibawa untuk kebutuhan yang sudah direncanakan. Sisakan dana untuk kondisi tidak terduga.
| Kebutuhan | Contoh |
| Tiket pesawat | Tiket pergi-pulang |
| Penginapan | Hotel/hostel |
| Transportasi | MRT, bus, kereta, taksi |
| Makanan | Sarapan, makan siang, makan malam |
| Wisata | Tiket objek wisata |
| Internet | SIM/eSIM/roaming |
| Belanja | Oleh-oleh |
| Dana darurat | Cadangan biaya |
6. Pesan Tiket Pesawat
Setelah dokumen dan anggaran diperiksa, mulai mencari tiket pesawat. Bandingkan harga dari beberapa maskapai dan perhatikan apa saja yang sudah termasuk dalam harga tiket.
Harga tiket murah belum tentu menjadi biaya akhir karena beberapa maskapai dapat mengenakan biaya tambahan untuk bagasi, pemilihan kursi, makanan, atau layanan tertentu.
Sebelum melakukan pembayaran, periksa kembali:
– nama penumpang
– tanggal keberangkatan
– bandara keberangkatan
– bandara tujuan
– jadwal penerbangan
– ketentuan bagasi
– terminal jika tersedia
– aturan perubahan atau pembatalan tiket
Kesalahan nama atau tanggal penerbangan dapat menyulitkan perjalanan.
7. Pesan Penginapan
Pilih penginapan berdasarkan lokasi, bukan hanya harga. Hotel yang sedikit lebih mahal tetapi dekat stasiun MRT, halte bus, atau pusat kota, bisa menghemat waktu dan biaya transportasi.
Untuk perjalanan pertama, lokasi yang mudah ditemukan biasanya lebih nyaman dibandingkan penginapan yang sangat murah tetapi jauh dari jaringan transportasi umum.
Sebelum memesan, periksa:
– lokasi hotel
– jarak dari stasiun atau halte
– jam check-in
– jam check-out
– fasilitas
– kebijakan pembatalan
– ulasan tamu
– akses dari bandara
Simpan alamat hotel dalam bahasa lokal atau bahasa Inggris. Informasi itu bisa berguna ketika harus menunjukkan lokasi kepada pengemudi atau petugas.
8. Pelajari Cara Keluar dari Bandara
Jangan menunggu sampai tiba di negara tujuan untuk mencari tahu cara menuju hotel. Cari tahu terlebih dahulu pilihan transportasi dari bandara, misalnya:
– kereta bandara
– MRT
– bus
– shuttle;
– taksi
– transportasi online
– kendaraan sewaan
Cari tahu juga stasiun atau halte terdekat dari hotel. Untuk pemula, informasi sederhana seperti ‘dari bandara naik apa, turun di mana, lalu berjalan berapa menit ke hotel’, akan sangat membantu.
9. Siapkan Uang dan Metode Pembayaran
Jangan hanya mengandalkan satu metode pembayaran. Sebaiknya siapkan kombinasi:
– uang tunai mata uang negara tujuan
– kartu debit/kredit yang dapat digunakan di luar negeri
– aplikasi pembayaran jika memang didukung
– sedikit uang cadangan
Sebelum berangkat, tanyakan kepada bank mengenai penggunaan kartu di luar negeri, termasuk biaya transaksi dan pengaturan keamanan. Sebaiknya, tidak menyimpan seluruh uang tunai di satu tempat.
10. Siapkan Internet Selama di Luar Negeri
Internet sangat membantu ketika bepergian ke negara lain. Bisa menggunakannya untuk:
– membuka Google Maps
– mencari rute transportasi
– menerjemahkan bahasa
– memesan transportasi
– mencari restoran
– berkomunikasi
– membuka tiket elektronik
– mencari informasi perjalanan
Pilihan koneksi internet biasanya meliputi roaming, SIM card lokal, atau eSIM. Sebelum memilih, bandingkan harga, masa aktif, jumlah kuota, dan kompatibilitas perangkat.
11. Buat Itinerary yang Sederhana
Itinerary tidak perlu terlalu rumit. Untuk pemula, buat jadwal berdasarkan kawasan agar tidak terlalu sering berpindah tempat. Contohnya:
Hari 1: tiba di bandara – hotel – jalan santai
Hari 2: kawasan wisata utama
Hari 3: museum – pusat kota – kuliner
Hari 4: tempat wisata lain – belanja
Hari 5: check-out – bandara – pulang
Sisakan waktu kosong di antara kegiatan. Itinerary yang terlalu padat dapat membuat perjalanan melelahkan dan menyulitkan apabila terjadi keterlambatan transportasi.
12. Pelajari Transportasi Umum
Transportasi umum menjadi bagian penting dalam liburan ke luar negeri, terutama jika bepergian secara mandiri (solo traveling). Pelajari terlebih dahulu:
– cara membeli tiket
– cara menggunakan kartu transportasi
– tarif
– jam operasional
– stasiun atau halte
– rute
– aturan naik dan turun kendaraan
– cara berpindah jalur
Jika tujuan pertama adalah Singapura, misalnya, pelajari cara menggunakan MRT dan bus umum sebelum berangkat. Untuk negara lain, cari informasi transportasi lokal sesuai kota yang dikunjungi.
13. Siapkan Barang Bawaan
Tak perlu bawa terlalu banyak barang untuk perjalanan pertama. Prioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan:
– paspor
– dompet
– ponsel
– charger
– power bank
– pakaian secukupnya
– obat pribadi
– perlengkapan mandi
– dokumen perjalanan
– adaptor atau colokan listrik universal jika diperlukan
Perhatikan ketentuan maskapai mengenai barang yang boleh dimasukkan ke kabin dan bagasi tercatat. Sebaiknya, tidak memasukkan barang penting seperti paspor ke dalam bagasi tercatat.
14. Siapkan Dokumen Perjalanan
Buat satu folder digital berisi dokumen perjalanan. Misalnya: paspor, tiket pesawat, bukti pemesanan hotel, visa atau izin perjalanan jika diperlukan, asuransi perjalanan jika digunakan, tiket objek wisata, informasi transportasi, kontak darurat.
Simpan dokumen secara offline agar tetap dapat diakses ketika koneksi internet bermasalah. Dokumen digital bukan berarti menggantikan dokumen asli jika negara atau penyedia layanan mengharuskannya.
15. Pahami Proses di Bandara
Jika baru pertama kali naik pesawat ke luar negeri, datanglah ke bandara lebih awal. Secara umum, proses keberangkatan internasional meliputi: check-in → pemeriksaan keamanan → imigrasi → menuju gate → boarding → penerbangan.
Setelah tiba di negara tujuan, prosesnya dapat meliputi: turun dari pesawat → imigrasi → mengambil bagasi → pemeriksaan bea cukai bila diperlukan → menuju area kedatangan.
Perhatikan papan informasi di bandara dan nomor penerbangan. Jangan terburu-buru mengikuti penumpang lain tanpa memeriksa tujuan atau gate penerbangan.
16. Jangan Takut Saat Pemeriksaan Imigrasi
Bagi pemula, imigrasi sering menjadi bagian yang paling membuat gugup. Padahal, tinggal menjawab pertanyaan petugas dengan jujur dan sesuai dengan tujuan perjalanan.
Petugas dapat menanyakan hal-hal seperti:
– tujuan kedatangan
– berapa lama tinggal
– tempat menginap
– rencana perjalanan
– tiket pulang
– pekerjaan atau informasi lain sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Siapkan informasi dasar itu agar mudah menjawab. Jangan memberikan informasi palsu atau membawa dokumen perjalanan yang tidak sesuai.
17. Pahami Aturan Negara Tujuan
Setiap negara mempunyai aturan sendiri. Perhatikan aturan mengenai: obat-obatan, makanan, rokok dan produk tembakau, cairan, barang bawaan, penggunaan transportasi, fotografi, perilaku di tempat umum, bea cukai.
Jangan menganggap aturan di Indonesia otomatis berlaku di negara lain. Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk membaca informasi resmi negara tujuan.
18. Jaga Barang Berharga
Ketika berada di tempat ramai, simpan paspor, uang, ponsel, dan kartu pembayaran dengan aman. Hindari meletakkan dompet atau ponsel di tempat yang mudah dijangkau orang lain.
Gunakan tas yang nyaman dan mudah diawasi. Jika membawa paspor saat berjalan-jalan, simpan dengan baik. Jangan sembarangan meninggalkan dokumen penting di kendaraan atau tempat umum.
19. Jangan Terlalu Khawatir Jika Tidak Lancar Berbahasa Asing
Tidak harus fasih berbahasa Inggris untuk melakukan perjalanan internasional. Bisa menyiapkan beberapa kalimat sederhana seperti:
– Where is the train station?
– How much is this?
– Where is the toilet?
– I have a hotel reservation.
– I need help.
– How can I get to this address?
Aplikasi penerjemah juga dapat membantu. Simpan alamat hotel dan beberapa informasi penting dalam bentuk teks sehingga mudah ditunjukkan kepada orang lain.
20. Buat Rencana Darurat
Sebelum berangkat, pikirkan beberapa kemungkinan yang tidak diinginkan. Misalnya: paspor hilang, ponsel hilang, kartu pembayaran bermasalah, ketinggalan kereta atau bus, penerbangan tertunda, kehilangan barang.
Simpan kontak penting, termasuk kontak kedutaan atau perwakilan Indonesia di negara tujuan. Kalau terjadi masalah serius, gunakan jalur bantuan resmi daripada mengikuti informasi dari sumber yang tidak jelas.
21. Jangan Mengejar Terlalu Banyak Tempat Wisata
Kesalahan lain yang sering dilakukan pemula adalah memasukkan terlalu banyak destinasi dalam satu hari. Tujuan liburan bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin tempat yang sudah dikunjungi.
Apalagi kalau seorang backpacker. Lebih baik mengunjungi beberapa tempat dengan nyaman daripada berpindah lokasi sepanjang hari.
Gunakan prinsip sederhana: 1 kawasan utama + beberapa tempat terdekat dalam satu hari. Cara ini membuat perjalanan lebih hemat karena mengurangi perpindahan menggunakan transportasi.
22. Checklist Pertama Kali Liburan ke Luar Negeri
Sebelum berangkat, gunakan checklist berikut:
☐ Paspor masih berlaku (minimal 6 bulan)
☐ Persyaratan visa sudah diperiksa
☐ Tiket pesawat sudah dipesan
☐ Hotel sudah dipesan
☐ Transportasi bandara sudah dipelajari
☐ Uang tunai sudah disiapkan
☐ Kartu pembayaran siap digunakan
☐ Internet sudah disiapkan
☐ Itinerary sudah dibuat
☐ Dokumen perjalanan sudah disimpan
☐ Bagasi sudah diperiksa
☐ Kontak darurat sudah disiapkan
☐ Aturan negara tujuan sudah dipelajari
☐ Tiket pulang sudah tersedia jika diperlukan
☐ Waktu keberangkatan ke bandara sudah diperhitungkan
23. Tips agar Liburan Pertama ke Luar Negeri Lebih Nyaman
Ada beberapa prinsip sederhana yang dapat membantu perjalanan pertama berjalan lebih lancar. Pertama, jangan terlalu spontan untuk urusan dokumen. Paspor, visa, tiket, dan persyaratan masuk harus diperiksa sebelum berangkat.
Kedua, pelajari transportasi. Mengetahui cara menuju hotel dari bandara akan mengurangi kebingungan setelah tiba. Ketiga, jangan membawa terlalu banyak barang. Bagasi yang ringan membuat perpindahan dengan kereta atau bus lebih mudah.
Keempat, siapkan uang cadangan. Jangan mengalokasikan seluruh anggaran untuk tiket, hotel, dan wisata. Kelima, gunakan sumber resmi untuk informasi terbaru. Aturan visa, imigrasi, bagasi, dan masuk negara dapat berubah.
Keenam, jangan membuat itinerary terlalu padat. Perjalanan pertama sebaiknya menjadi pengalaman belajar menggunakan sistem transportasi dan memahami kebiasaan perjalanan internasional.
Jadi, pertama kali liburan ke luar negeri untuk pemula, tidak harus menjadi pengalaman yang rumit. Kuncinya, siapkan perjalanan secara bertahap, mulai dari memilih negara tujuan, paspor dan persyaratan masuk, membeli tiket pesawat, hotel, menyiapkan uang dan internet, hingga memelajari transportasi di negara tujuan.
Untuk perjalanan pertama, pilih itinerary sederhana dan jangan terlalu banyak memasukkan tempat wisata. Dengan persiapan yang baik, akan lebih mudah memahami proses di bandara, imigrasi, transportasi umum, hingga aktivitas sehari-hari di negara lain. (*)













