Itinerary Enam Orang Eksplor Selandia Baru dengan Campervan

DAY 5 : Dunedin–Milton–Gore–Riversdale-Lumsden-Te Anau-Milford Sound
Kota Dunedin adalah kota yang besar, penuh dengan tempat indah. Rencananya, pagi hari mengunjungi Olveston Historic House atau Larnach Castle.

Setelah dipikir-pikir, kami batal. Tak ada pecinta seni/museum. Akhirnya ganti ke Cadbury Factory. Masuk ke sana melihat cara pembuatan cokelat Cadbury dan pendirinya Cadbury.

Dikasih cokelat yang tidak ada di Indonesia/Singapura.

Kami melanjutkan ke Stasiun Dunedin. Unik, terkesan jadul, Sorenya ke tempat yang romantis di Otago Peninsula ini. Bak jalan ke puncak, berlika liku di sini.

Di atas bukit melihat kota Otago, sayang saat itu berkabut cukup tebal.

Kami mengalami insiden, campervan menabrak ranting pohon sehingga retak di bagian roof top dan untungnya tidak bocor kalau hujan. Setelah kami cek ternyata Otago tidak boleh dilalui oleh campervan.

Kami jalan balik, turun lalu melanjutkan perjalanan sekitar 5 jam hingga tiba di Te Anau pukul 18.00.

Kami berencana ikut Te Anau Glow Worm Caves Tour (masuk goa yang ada stalagnit stalagtit, di atasnya ada cacing yang berwarna-warni selama 2 jam 15 menit, tapi kehabisan tiket.

Huhuhu….akhirnya kita lanjut perjalanan, mencari tempat parkir. Ah, daerah itu gelap banget. Hororrr, jalanannya masuk goa yang sepertinya tak berujung dan superduper gelap.

Saya terus berdoa dalam hati biar tidak menabrak. Pukul 22.00, kami sampai tempat parkir.

DAY 6 : Milford Sound-Te Anau–Queenstown
Kami berangkat pagi-pagi karena pukul 09.00 akan menikmati tur dengan cruise sekitar 2 jam untuk menikmati keindahan Milford Sound yang terkenal itu.

Kami sudah membeli tiket secara online, jadi aman. Setelah tur yang indah ini, langsung melajukan kendaraan kembali ke Te Anau sambil menikmati tempat-tempat yang indah sepanjang perjalanan.

Waktu tempuh dari Milford Sound menuju Te Anau sekitar 2 jam 15 menit. Di tengah jalan kami bertemu hitchhiker lagi yang menunjukan jempolnya untuk meminta tumpangan.

Kami berhenti dan mengajaknya naik. Namanya Jacob berasal dari Jerman yang ambil visa work holiday di Selandia Baru selama setahun dan ini adalah bulan terakhirnya.

Dia hendak melanjutkan travel ke Bali. Kami seantusias mungkin mempromosikan Bali, mengajarkan beberapa kalimat bahasa Indonesia dan memperkenalkan beberapa jenis makanan bali.

Lalu kami berhenti di Mirror Lake untuk beristirahat dan berfoto.

Sungguh menyenangkan bisa berkenalan dengan bangsa lain dan mempromosikan bangsa sendiri. Perjalanan terus hingga ke kota Queenstown, kota indah yang terbaik untuk shopping, restoran, nightlife dan juga berbagai aktivitas petualangannya.

Di sini, kami berpisah dengan Jacob. Shotover Jet terpilih sebagai the best adventure activity. Kami batal memakai Shotover Jet karena mahal hehe, jadi pakai versi yang lebih murah. Namanya “Thunder Jet”.

Oh iya, Shotover Jet itu naik perahu speed boat, terus diputar 180 derajat. Padahal, sisi samping kiri kanan tebing curam. Mirip naik roller coaster tapi di air. Malamnya kami menikmati skyline Gondola untuk menikmati kota Queentown dari atas.

Kalau kamu ingin tantangan yang lebih besar, di sini terdapat sky dive, bungy, swing, maupun paragliding (kita berencana sky dive di Lake Wanaka).

Sorenya sempat mengunjungi Glenorchy di ujung danau Wakatipu sambil menikmati pemandangan danau ini. Lalu malamnya mencari parkir dan makan di luar.

Makan burger yang supergede dan terkenal, namanya “Fergburger”.

Tinggalkan Balasan