Ini Kuliner Singapura yang Bisa Dicoba di Rumah ala Chef Martin Praja

SINGAPURA merupakan salah satu destinasi wisata favorit para traveler dari berbagai belahan dunia. Selain menjadi tempat favorit untuk berbelanja, Singapura juga dikenal sebagai tempat yang asyik untuk wisata kuliner.

Kamu bisa menemukan berbagai macam sajian kuliner mulai dari street food hingga restoran-restoran ikonik ternama maupun yang berbintang Michelin, dengan cita rasa yang menggugah selera.

Kuliner Singapura sendiri datang dari perpaduan berbagai tradisi, misalnya masakan Melayu, Tiongkok, India, Eurasia, Peranakan, dan Hainan. Tidak salah, Singapura menjadi salah satu surga kuliner di Asia Tenggara.

Untuk mengobati kerinduan akan wisata dan cita rasa kuliner Singapura, Chef Martin Praja berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board (STB) membuat tayangan seri kuliner bertajuk ‘Cook With Me’.

Lulusan akademi kuliner At-Sunrice Singapore Global Chef Academy itu mengajak kamu menghidupkan kembali impian ke Singapura melalui sajian kuliner khasnya yang mudah dimasak, namun tetap menggugah selera.

1. Laksa
Cita rasa kuah kaldu dan santan yang gurih dipadukan dengan topping seperti udang dan tahu. Laksa dianggap sebagai Singapore soul food yang lazim kamu temui apabila berwisata di Negeri Singa. Kuliner ini, berasal dari budaya Peranakan, yang saat ini banyak terpusat di daerah Katong.

Menurut Chef Martin Praja, makanan khas ini jangan sampai terlewatkan. Apalagi, ada salah satu restoran yang menghidangkan Laksa dengan rasa yang otentik di daerah Katong, tepatnya di Restoran 328 Katong Laksa.

Kepala dan cangkang udang adalah kunci utama untuk membuat kuah Laksa yang enak. Selain itu, cita rasa asli Laksa Singapura memang sedikit pedas, namun umumnya belum mencapai tingkat kepedasan yang sesuai dengan selera orang Indonesia.

Kalau kamu penyuka pedas, ketika memasak Laksa di rumah, bisa menambahkan cabai rawit atau cabai merah keriting. Dijamin, kuah Laksa kamu akan semakin pedas dan segar. Jangan lupa tambahkan santan, sereh, dan daun jeruk untuk menambah cita rasa kuahnya.

2. Hainanese Chicken Rice
Hampir sama seperti Laksa, Hainanese Chicken Rice atau Nasi Ayam Hainan dapat kamu temukan di berbagai sudut negara Singapura. Mulai dari pusat jajanan kuliner, food court hingga restoran mewah. Hainanese Chicken Rice merupakan sajian nasi wangi yang dipadukan dengan irisan tipis potongan daging ayam, ditambah sambal dan juga jahe bubuk.

Chef Martin dan rekannya Febrian (@_febrian) yang adalah travel blogger memiliki beberapa rekomendasi restoran Hainanese Chicken Rice terenak di Singapura. Pertama, Liao Fan Hawker Chan di Smith Street Chinatown, yang merupakan restoran Michelin Star termurah, dengan sajian kuliner yang enak.

Kedua, Lam’s Noodle House, Tian Tian Hainanese Chicken Rice di Maxwell Food Centre, dan ketiga, Ming Kee Chicken Rice di Bishan Street. Bagi kamu yang kangen mencicipi Hainanese Chicken Rice selama pandemi ini, Chef Martin punya tips memasak Hainanese Chicken Rice di rumah.

Tipsnya, adalah jangan lupa menaruh ayam di es batu setelah proses perebusan. Gunanya adalah untuk menghentikan proses pematangan, agar gizi dan cita rasa ayam tetap terjaga.

3. Hidangan Ala Zi Char
Zi char, sejatinya bukan merupakan makanan. Istilah ini lebih kepada tradisi makan bersama di Singapura, baik dengan teman maupun keluarga atau kerabat. Warga Indonesia lebih familiar dengan istilah ‘makan tengah’.

Bagi kamu yang suka bercengkerama dengan sanak saudara dan teman, bisa juga mencoba zi char a la Singapura, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan batas maksimum jumlah orang, ya.

Dalam sajian makan tengah khas Singapura ini, Chef Martin mengajak para influencer Instagram Andy Handoko and Mullie Marlina (@myfunfoodiary) dan Eric Eko Santoso (@ericekos) yang adalah food and travel blogger untuk makan bersama.

Hidangan sayuran yang disajikan Chef Martin adalah Stir Fried String Bean with Ground Beef (Buncis Tumis Daging Cincang) dan Sauteed Kailan with Garlic Sauce (Tumis Kailan Saus Bawang Putih).

Untuk Cereal Prawns (Udang Sereal) dan Singapore Chili Crab (Kepiting Cabai Singapura) yang disajikan dengan saus khas Singapura, menjadi hidangan utama yang ditunggu-tunggu.

Chef Martin dan ketiga rekannya memberikan beberapa rekomendasi restoran untuk makan dengan tradisi zi char. Two Chefs Eating Place dan Kok Sen Restaurant menjadi tempat favorit.

Bagi kamu yang ingin merasakan makan zi char dengan konsep halal, dapat mengunjungi Mak’s Place – The Hawkerant, Chai Chee Seafood Restaurant, dan Jiak Modern Tzechar.

Ada satu tips tambahan lagi dari Chef Martin, yaitu ajak teman Anda dalam jumlah banyak, agar harga yang dibayarkan lebih murah dan bisa mencicipi berbagai macam hidangan zi char.

4. Ikan Patin, Sajian Khas Lokal dan Madu Cerana
Menu yang tidak kalah wajib untuk dicoba adalah sajian olahan ikan patin a la restoran ternama di Singapura, Kausmo, yang terletak di Shaw Centre. Resep kuliner ini merupakan oleh-oleh Chef Martin Praja.

Berasal dari master class yang diikuti secara online dalam salah satu sesi di Singapore Food Festival 2020, yaitu festival kuliner tahunan terbesar di Singapura yang memamerkan hidangan dari berbagai budaya.

Lengkap dengan garnish asli dari Singapura seperti ulam raja dan daun lada liar masuk dalam topping chimichurri untuk ikan, bersama dengan madu yang dipanen dari lebah madu Cerana tropis. Paduan bahan dan sausnya membuat kuliner olahan patin ini menjadi sebuah makanan yang enak dan elegan.

5. Hokkien Prawn Mee
Hokkien Prawn Mee atau Mie Udang Hokkien merupakan sajian kuliner mi yang diolah dengan bawang putih, telur, udang, cumi, tauge, dan kecap asin. Kekuatan dari Hokkien Prawn Mee ada pada kekentalan bumbu kaldunya, yang direbus bersama seafood.

Umumnya kaldu yang digunakan untuk Hokkien Prawn Mee ini adalah kaldu aromatik yang terbuat dari tulang babi dan kepala udang. Namun, bagi Anda yang Muslim, bahan tulang babi bisa diganti dengan tulang sapi, atau hanya menggunakan kaldu udangnya saja.

Memasak kaldu udang sendiri cukup 10 menit agar cita rasa dari kaldu tetap dapat memanjakan lidah. Hokkien Prawn Mee cocok untuk dihidangkan saat makan siang maupun makan malam bersama keluarga di rumah.

6. Fried Carrot Cake
Jangan salah sangka, ini bukan hidangan penutup Kue Wortel, kue basah yang diolah dari wortel dan rempah-rempah serta dibalut frosting krim keju! Fried Carrot Cake merupakan salah satu hidangan khas Singapura yang memiliki tampilan dan cita rasa yang unik.

Bila kamu foodies yang tidak suka wortel, mungkin akan langsung menghindari makanan ini. Tapi jangan salah, meskipun menggunakan nama carrot atau wortel, tidak ada sama sekali bahan baku yang berasal dari wortel.

Nama carrot yang muncul berasal dari lobak atau biasa disebut white carrot di Singapura. Lobak menjadi bahan baku utama Fried Carrot Cake, yang dikukus dengan adonan tepung beras, kemudian ditumis dengan bawang putih, daun bawang, telur dan lobak asin.

Bagi kamu yang hobi dengan makanan berupa sayuran dengan rasa yang gurih, maka Fried Carrot Cake cocok untuk bersantap bersama keluarga. Apabila berkunjung ke Singapura, dapat menemukan sajian Fried Carrot Cake halal di Soon Lee Fried Kway Teow, yang terletak di Bedok Corner.

Bagaimana? Apakah selera kamu mulai tergugah? Meski belum bisa ke Singapura sekarang ini, bisa langsung mempraktikkan enam jenis masakan ini di rumah dan mencicipinya bersama keluarga.

Resep dan cara pembuatannya sangat mudah, dan dapat disaksikan di serial Cook With Me di kanal Youtube Visit Singapore dan Instagram Chef Martin Martin Praja. Mari membayangkan kembali perjalanan Singapura melalui kulinernya. (*)

Tinggalkan Balasan