Begini Trik Agar Kedutaan Approve Visa Kamu

SALAH satu kerjaan saya di biro perjalanan ini adalah mengurus dokumen visa peserta. Sudah beberapa kali, jadi sedikit banyak jadi observe hal apa saja yang bikin aplikasi visa orang ditolak, dan kenapa gampang diterima.

Here we go! Pertama, TERTIB DOKUMEN. Maklum, orang Indonesia masih banyak yang tidak tertib dan rapi dokumennya.

Kalau diminta foto 3×4, eh malah kasih 4×5, diminta cetak rekening koran, cuma memberi fotokopi buku tabungan.

Hal-hal remeh berarti sangat berarti banget di mata kedutaan. Contoh Kedutaan Jepang, yang sangat menjunjung tinggi ketertiban dokumen.

Mereka bikin aturan mengurutkan dokumen, bahkan sampai ukuran kertas printnya (harus A4) dan tidak boleh disteples.

Kedua, PENUHI SEMUA PERSYARATAN. Harus diketahui, kalau kedutaan merupakan representasi (perwakilan) resmi dari negara yang berdaulat.

Mereka berhak mengetahui background siapa saja yang hendak masuk negaranya.

Jadi, kalau diminta SPT (surat pajak) dan rekening koran, ya jangan emosi, terus bilang “Kok ribet banget sih?” Ini sebuah pengalaman.

Ada satu aplikan visa. Kedutaan Korea meminta kepadanya SPT dan rekening koran detail.

Tapi, si bapaknya tidak mau memberikan rekening koran karena detail transaksinya (yang katanya bersifat pribadi) akan ketahuan.

Dia kemudian melontarkan komentar ‘Kok Kedutaan kayak KPK aja”.

Jadi, menurut saya, santai dan kooperatif saja, jika kedutaan meminta dokumen yang bersifat pribadi.

Agen visa dan petugas konsuler kedutaan, mereka sudah ada agreement hitam di atas putih kok untuk tidak membocorkan dokumen pribadi aplikan visa.

Ketiga, WARGA NEGARA YANG BAIK. Selain tidak pernah melakukan tindakan kriminal, juga tertib pajak. Apalagi, buat yang melamar visa dan merasa ragu-ragu karena punya pekerjaan informal seperti freelancer, dagang, dan lain-lain.

Simpan semua fotokopi (salinan) kontrak kerja sama, invoice dan bukti laporan pajak.

Dari pengalaman saya, ada kedutaan seperti Korea, yang hesitate (ragu) untuk approve visa kalau tidak punya SPT, karena dianggap aplikan tidak punya pekerjaan yang steady dan settle di Indonesia.

Padahal, kalau memang kita rapi dokumentasi dan memamg beneran bisa hidup dari pekerjaan itu, tidak ada alasan kedutaan menolak aplikasi visa.

Empat, REKENING. Nah, ini paling tricky. Banyak travel agent yang mensyaratkan pesertanya harus punya rekening Rp 20 juta, Rp 30 juta atau Rp 40 juta, unutk daftar visa ke negara-negara maju seperti Schengen, UK, Australia.

Padahal itu bukan patokan. Lalu, rekening seperti apa yang dianggap legit oleh kedutaan?

Bagi saya yang bekerja di biro perjalanan, kalau ada yang bertanya seperti itu, biasanya saya jawab : yang pasti saldonya harus rasional dan cukup untuk menghidupi kamu di negara tujuan.

Pertanyaannya, yang rasional itu seperti apa?

Setidaknya ada bebeapa pilihan rekening untuk lampiran mendaftar visa ke kedutaan :
a. Rekening tabungan, ada nominal uang yang rutin masuk dan keluar di situ.
b. Rekening sehari-hari, in most case malah lebih legit karena membuktikan kalau kamu punya kehidupan di Indonesia
c. Rekening gaji.

Untuk rekening tabungan, tolong memastikan, saldo rata-rata dan saldo akhirnya mencukupi selama di negara tujuan.

Jumlah amannya biasanya Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per hari dikali jumlah hari di negara tujuan. Jadi, kalau mau ke Eropa 10 hari, saldo tabungan kurang lebih Rp 20 juta. Easy toh?

Sedangkan untuk rekening sehari-hari juga sama. Pastikan saldo rata-rata dan saldo akhirnya mencukupi selama di negara tujuan.

Rekening sehari-hari ini bisa lebih legit bagi kedutaan karena membuktikan kamu tidak mungkin jadi imigran di sana.

Kalau menggunakan rekening sehari-hari dapat terlihat rincian transaksi seperti membayar cicilan mobil, bayar listrik, beli green tea latte sbux.

Adakah orang yg berencana overstay atau menjadi imigran di negara lain, melakukan hal-hal itus? Tentu saja tidak.

Dulu, saya pernah daftar visa Jepang dengan rekening cuma Rp 3 juta, approve. Pas apply visa Schengen pertama kali, rekening hanya Rp 7 juta, approve.

Jadi, rekening bukan halangan.

Kelima, TRAVEL HISTORY. Semakin sering bepergian, semakin gampang apply visa ke negara-negara lain.

Biasanya Level 1 negara ASEAN, Level 2 negara non-ASEAN non-visa seperti HK, Level 3 Jepang/Korea/China, Level 4 UK/Schengen/US/Australia.

Travel history ini sebenarnya tidak baku. Ada juga peserta perjalanan yang koordinasi, paspor masih perawan tapi langsung lolos visa UK dan Schengen.

Tapi the more you travel, more genuine you are in the front of embassy.

Keenam, INTERVIEW. Khusus untuk negara seperti Amerika, kedutaan mewajibkan setiap ap;ikan visa datang guna interview atau wawancara.

Ini adalah proses paling gampang sekaligus paling susah dari mendaftar visa Amerika.

Disebut paling gampang karena keputusan jelas. Persetujuan visa dapat langsung di depan mata kamu.

Once approved visa selesai cuma dalam 2 hari, tapi kalau ditolak, ya pasti nyesek juga ditolak mentah-mentah di depan mata. Uang visa pun melayang.

Nah, bagaimana caranya interview visa Amerika agar bisa diterima. Setelah menjalankan sejumlah trik di atas, untuk interview visa Amerika, kamu harus pede dan meyakinkan.

Pokoknya, jangan ada nada keraguan dari setiap kata dan kalimat yang keluar.

Jawab seadanya dan seperlunya. Tidak perlu menyodorkan detail-detail yang justri bikin si petugas melawan balik dengan memberikan pertanyaan lanjutan.

Lebih baik tidak perlu cerita kalau punya saudara atau teman yang tinggal di Amerika.

Sumber : Nugraha (@NNugie), 26 November 2018.

Tinggalkan Balasan