Cara Menuju Kaldera Toba di Desa Sibisa Toba Samosir

KALDERA Toba atau The Kaldera Toba berlokasi di Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara (Sumut). Tempat ini menawarkan menginap di udara terbuka dengan konsep glamour camping (glamping).

Berada di sesar aktif Sumatra, Kaldera Toba terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Hasil letusannya memengaruhi iklim dunia dan memusnahkan peradaban Asia Selatan. Kini, dasar kaldera itu penuh air sedalam 550 meter, seluas 1.130 km2 dan menjadi danau terbesar di Indonesia.

UNESCO menilai, Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal, khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Kaldera Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark memberikan kesempatan sekaligus anggung jawab bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat setempat. Tempat itu menambah jumlah geopark menjadi terbanyak di Asia.

Selain Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni Batur, Bali; Cileteuh, Sukabumi; Gunung Sewu, DI Yogyakarta; dan Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Untuk menuju Kaldera Toba, setidak ada tiga cara atau rute. Pertama, bagi yang berangkat dari Kota Medan dan sekitarnya, dapat melintasi Jalan Lintas Tengah Sumatera hingga ke Kota Wisata Parapat. Dari Parapat, tinggal menempuh perjalanan selama 20-30 menit menuju Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Kedua, bagi yang tiba mealui Bandar Udara Silangit di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara. Dari bandara, harus menempuh perjalanan sekitar 120-150 menit. Bagi yang tidak mempersiapkan transportasi sebelumnya, pengunjung dapat menggunakan bus Damri bandara atau transportasi daring yang saat ini telah tersedia di Bandara Silangit.

Ketiga, dapat menempur rute melalui Bandar Udara Sibisa di Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Dari Bandara Sibisa, tinggal melaju 10-20 menit sebelum tiba di The Caldera Toba Nomadic Escape. Hanya saja, Bandara Sibisa masih dalam tahap pengembangan dan belum melayani penerbangan dari Medan, Jakarta, atau luar negeri.

Untuk yang menggunakan moda transportasi bus Damri, kendaraan ini melayani berbagai rute di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toba. Jadi, tidak perlu bingung caranya menuju Kaldera Toba.

Rute yang tersedia di antaranya:
• Silangit-Balige-Ajibata
• Silangit-Tarutung (2)
• Silangit-Dolok Sanggul
• Ajibata-Pemantang Siantar
• Teluk Nibung-Ajibata
• Pelayanan Shuttle Balige
• Pelayanan Shuttle Parapat
• Pelayanan Shuttle Tapanuli Utara (Huta Ginjang)
• Loop Pulau Samosir (3)

Apa yang ditawarkan Kaldera Toba? Seperti disebut di atas, glamping? Tapi seperti apa? Salah satunya, Nomadic Cabin, kabin seperti kaca transparan yang dari dalam dapat melihat indahnya pemandangan Desa Sigapiton, di lembah bawah The Kaldera dan Danau Toba serta Pulau Samosir.

Pengelolanya menyediakan amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk campervan. Glamping ini didukung fasiltias Kaldera Ampiteathre (kapasitas 250 orang), Kaldera Plaza, Kaldera Stage, Kaldera Hill, dan toilet.

Bell Tent adalah tenda yang memiliki fasilitas hotel bintang 5. Kalian tetap memperoleh kenyamanan layaknya menginap d hotel berbintang. Luas dan nyaman bisa buat menginap bersama teman, sahabat dan keluarga. Ada satu kasur besar, dan 2 kasur kecil dan lemari kecil. (*)

Tinggalkan Balasan