Pesawat Wings Air Layani Sumenep-Surabaya Dua Kali Sehari

PESAWAT ATR 72-600 menjadi andalah WingS Air menerbangi jalur Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Trunojoyo Sumenep dan sebaliknya. Setelah berjalan enam bulan, maskapai di bawah Lion Group itu meningkatkan intensitas terbang dari sekali, sekarang dua kali sehari.

Layanan terbang Wings Air ini semula berangkat pukul 12.45 WIB dari Surabaya-Sumenep, lalu dari Sumenep-Surabaya pukul 13.45. Sejak Kamis (22/2/2018), bertambah, dari Surabaya pukul 06.00 WIB dan dari Sumenep pukul 07.30 WIB. Lama terbang 45 menit.

Bupati Sumenep, Busyro Karim mengungkapkan, sejak pembukaan penerbangan, penumpang terus memadati Wings Air, bahkan hampir setiap hari penuh, sehingga dirasa perlu menambah satu slot lagi penerbamgan.

Penambahan slot penerbangan diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-sebaiknya oleh penimpang pesawat, baik yang berasal dari warga Sumenep, atau warga Madura secara umum.

Setelah sukses Wings Air ini, Busyro ingin agar Bandara Trunojoyo Sumenep, mengembangkan penerbangan perintis ke kepulauan. Sebagian kepulauan Sumenep sudah ada bandara seperti di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Pulau Kangean dan Pulau Masalembu.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Bandara Trunojoyo Sumenep, Madura, Wahyu Siswoyo menuturkan, jalur penerbangan Surabaya-Sumenep cukup bagus. Tidak kurang terisi 69 penumpang, begitu sebaliknya dari Sumenep-Surabaya.

Bandara Trunojoyo merupakan bandara yang berada di ujung timur Madura, dan merupakan Bandara kelas III yang dikelola dan dioperasikan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara.

Sebelum melayani penerbangan komersil, bandara ini hanya melayani penerbangan perintis dengan maskapai Airfast Indonesia yang melayani penerbangan Surabaya-Sumenep PP dan Sumenep-Bawean PP.

Selain itu, bandara itu juga melayani penerbangan dari beberapa sekolah pilot seperti Merpati Pilot School, Aviatera Training, Global Aviation, Nusa Flying School dan Loka Banyuwangi.

Bandara Trunonoyo memiliki dimensi landas pacu 1600 meter x 30 meter dan dua Apron (Apron I : 40 meter x 40 meter Apron II : 75 meter x 80 meter), serta gedung terminal seluas 12 meter x 11 meter dan gedung operasional seluas 144 m2. (*)

Tinggalkan Balasan