Serunya Naik Kereta Minangkabau Ekspres

SALAH satu tes menjadi peserta Siswa Menengah Nusantara (SMN), dalam agenda BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yaitu tes minat, bakat dan potensi. Mereka diajak naik kereta bandara : KA Minangkabau Ekspres, Rabu (17/7/2019).

Mengutip akun Kereta Api Kita (@keretaapikita), kegiatan itu sebagai ajang menunjukkan potensi serta minat dari peserta dalam mengolah sebuah informasi yang ada, sekaligus mengenalkan keberadaan keereta bandara di Sumbar.

Para siswa berangkat dari Stasiun Padang. Sebelumnya, mendapat sedikit pengenalan dari kepala stasiun Padang, lalua menuju KA Minangkabau Ekspres, yang berangkat pukul 15.20 WIB.

Vice President Divisi Regional II Sumatera Barat, Ferdi Firmansyah ikut memberikan semangat kepada para peserta seleksi SMN-BHUN Provinsi Sumbar. Dia mengatakan, seharusnya semua bangga dengan adanya kereta bandara saat ini.

Di Sumatera Barat sendiri memiliki 2 kereta bandara. Salah satunya, KA Minangkabau Ekspres relasi Padang-BIM (Bandara Internasional Minangkabau), dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam-BIM.

“Tidak semua provinsi punya kereta bandara. Selain Sumbar, baru Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. Mari jaga transportasi ini sebaik mungkin, dan ceritakan pengalaman kalian kepada keluarga maupun teman. Ajak mereka menggunakan transportasi KA,” ujarnya.

Ferdi menitipkan pesan, untuk menggunakan kesempatan tes sebaik mungkin, karena Program SMN-BHUN ini merupakan pengalaman yang sangat berarti. “Buktikan kalau kalian bisa, dan siap berangkat ke Kalsel untuk memelajari berbagai informasi di sana,” tambahnya.

KA Minangkabau Ekspres kini berangkat 12 kali sehari, dengan harga tiket per orang Rp 10.000 ke BIM. Kereta melewati enam stasiun pemberhentian : Stasiun Padang, Shelter Pasar Alai, Shelter Air Tawar (dekat UNP), Stasiun Tabing, dan Stasiun Duku. Waktu tempuh atau durasi perjalangan kurang lebih 30-40 menit (Padang-BIM).

Kalau dari Stasiun Padang (Simpang Haru) ke Stasiun Tabing, harga tiket cuma Rp 5.000. Dari Stasiun Simpang Haru ke Stasiun Duku, dan dari Stasiun Tabing ke Stasiun Duku, tiketnya Rp 5.000. Penumpang sebaiknya menunggu di peron keberangkatan agar tidak ketinggalan kereta.

Jadwal keberangkatan KA Minangkabau Ekspres:
Dari Stasiun Padang (Simpang Haru) : 06.30, 08.45, 10.40, 12.40, 15.20, 18.00.
Dari Stasiun Shelter Pasar Alai : 06.35, 08.50, 10.45, 12.45, 15.25, 18.05.
Dari Stasiun Shelter Air Tawar (dekat UNP) : 06.42, 08.57, 10.52, 12.52, 15.32, 18.12.
Dari Stasiun Tabing : 06.51, 09.06, 11.01, 13.01, 15.41, 18.21.
Dari Stasiun Duku : 07.13, 09.21, 11.19, 13.17, 15.59, 18.40.
Dari Stasiun Padang (Simpang Haru) : 07.45, 09.45, 11.40, 14.20, 16.55, 20.00.

KA Minangkabau Ekspres sangat dekat dengan Bandara Minangkabau. Dari stasiun bandara, hanya butuh waktu 8 menit berjalan kaki dan tiba di depan pintu keberangkatan, melewati koridor yang nyaman. Tidak akan menyiksa penumpang yang membawa koper cukup besar. Stasiun bandara dilengkapi berbagai fasilitas dengan ruang tunggu yang luas dan bersih.

Kereta api ini bernuansa hijau, bersih, dan tepat waktu. Boleh jadi, menjadi ikon baru masyarakat Sumbar. Tersedia empat gerbong dengan 200 tempat duduk, menjadikan Bandara Minangkabau di Padang ini, sejajar dengan bandara internasional dengan layanan kereta cepat. (*)

Tinggalkan Balasan