Jangan Merokok sambil Berkendara, Ini Sanksinya

JANGAN merokok sambil berkendara karena bakal kena sanksi sesuai dengan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No 22 Tahun 2009.

Merokok pada saat mengendarai kendaraan bermotor (mobil atau motor) merupakan kegiatan yang melanggar aturan.

Merokok membahayakan diri sendiri. Merokok dapat menyebabkan kecelakaan saat mengemudi karena kurang konsentrasi.

Bisa merusak kendaraan apabila bara rokok terjatuh dan mengenai kendaraan. Dampak terbesarnya, ada kemungkinan, bara rokok itu menimbulkan kebakaran.

Yang terpenting, abu sisa pembakaran rokok yang terkena angin bisa mengenai wajah atau mata pengendara di belakangnya. Mata dapat langsung merah seperti kena gas airmata.

Sangat, sangat mungkin, abu sisa rokok yang disedot mulut si pengendara, mengganggu pandangan, bahkan menimbulkan luka serius bagi pengendara di belakangnya.

Sesuai dengan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No 22 Tahun 2009, sanksi meroko saat berkendara dapat dikenai pidana kurungan, paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Meski sudah ada regulasi resmi, termasuk sanksinya, dari amatan admin di lapangan, belum pernah terjadi tindakan atau eksekusi dari aturan itu.

Sanksi hanya sebatas tulisan yang ada di aturan atau undang-undang, dan pengendara dengan leluasa, tetap merokok sambil berkendara.

Kalau ada pengendara lain mengingatkan, justru dia lebih galak. Mirip menagih utang kepada orang yang berutang. Nah, yang berutang ini, lebih galak membentak yang ngutangi. (*)

Tinggalkan Balasan