Qantas Rombak Besar-besaran Program Frequent Flyers

ANGGOTA Qantas Frequent Flyers kini hanya perlu mengeluarkan lebih sedikit biaya untuk penerbangan reward internasional serta dapat mengakses lebih banyak pilihan kursi, dan menukar poin dari berbelanja di mitra Qantas, dengan lebih banyak reward. Hal ini merupakan perombakan terbesar dari program loyalitas Qantas selama 32 tahun terakhir.

Dengan investasi sebesar AUS$25 juta, perombakan ini akan meningkatkan manfaat bagi seluruh anggota, sekaligus mempermudah mereka dalam memperoleh dan menukarkan poin.

Serangkaian perubahan kunci yang akan mulai bergulir selama 12 bulan mendatang ini termasuk di antaranya :

  • Menambah lebih dari satu juta kursi reward ekstra di penerbangan Qantas dan sejumlah mitra maskapai baru setiap tahun.
  • Mengurangi biaya yang dibebankan pada penumpang ketika memesan tiket menggunakan Poin hingga 50% untuk penerbangan internasional1. Ini berarti anggota bisa menghemat sekitar AUS$200 untuk setiap penerbangan pulang-pergi.
  • Mengubah jumlah poin yang dibutuhkan untuk memesan kursi reward di penerbangan domestik dan internasional, termasuk 10% reduksi poin yang dibutuhkan untuk kursi Classic Reward kelas ekonomi di penerbangan internasional.
  • Menambah jumlah poin yang dibutuhkan untuk peningkatan kelas penerbangan dan pemesanan kursi Classic Reward di kabin premium, agar lebih mencerminkan nilai premium pengalaman itu.
  • Menciptakan jenjang baru dalam program Points Club untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi para anggota yang memperoleh mayoritas poinnya dari transaksi di darat.
  • Memperkenalkan status Lifetime Platinum, sebuah pengakuan pamungkas bagi pelanggan maskapai terloyal.

CEO Qantas Group, Alan Joyce menyebutkan, fokus perubahan pada penguatan program Qantas Frequent Flyer agar dapat membawa manfaat bagi hampir 13 juta anggotanya.

“Program Qantas Frequent Flyer adalah wujud apresiasi atau reward bagi para pelanggan setia. Perubahan ini mempermudah mereka mengakses reward sekaligus memastikan, mereka terus dilibatkan,“ ujarnya, Jumat (21/6/2019).

Maskapai asal Australia ini menyadari, mayoritas anggota ingin menggunakan poin mereka untuk bepergian ke destinasi luar negeri impian mereka. Oleh karena itu, Qantas menambahkan kursi reward termasuk di First Class, Business Class, dan Premium Economy Class pada rute-rute ke London, Los Angeles, Tokyo, dan Singapura, serta memangkas biaya-biaya terkait.

Selain itu, kerja sama baru dengan Air New Zealand, China Airlines, Bangkok Airways, Air France, dan KLM Royal Dutch Airlines juga memberikan lebih banyak pilihan bagi para anggota yang ingin bepergian ke Eropa, Selandia Baru, dan Asia Tenggara.

Menurut Alan Joyce, meski jumlah poin yang dibutuhkan untuk membeli kursi Business Class pada penerbangan domestik dan internasional akan sedikit meningkat (mahal), tapi hal itu sebenarnya merupakan peningkatan pertama dalam 15 tahun terakhir, dan selama masa itu, kualitas kelas bisnis telah banyak berubah.

Investasi AU$25 juta sebagai dana untuk penyediaan lebih banyak kursi bagi anggota Frequent Flyer serta memangkas biaya terkait. Peningkatan aktivitas dalam program ini diprediksi dapat mengompensasi biaya investasi tersebut dalam setahun pertama.

Perombakan akan menjadikan program loyalitas ini sebagai salah satu yang paling sukses dan menarik di dunia.

“Pelanggan sangat senang mengumpulkan Qantas Points. Jadi, itu alasan kami menambah jumlah mitra ritel, serta memperluas jangkauan ke industri baru seperti layanan keuangan dan asuransi, sehingga pelanggan memiliki banyak kesempatan memperoleh poin. Perombakan kali ini memastikan, pelanggan dapat memanfaatkan poin yang telah mereka kumpulkan,“ lanjut Alan Joyce.

Sejak meluncur tahun 1987, program Frequent Flyer Qantas telah berevolusi secara signifikan. Bermula dari 50.000 anggota yang hanya bisa memperoleh poin dari pemesanan tiket, hingga hampir 13 juta anggota yang bisa memperoleh poin di lebih dari 300 mitra.

Sebagian besar dari poin untuk terbang kembali bersama Qantas.

Dalam catatan maskapai penerbangan ini, setiap menit, terjadi empat penukaran poin Qantas untuk pembelian tiket pesawat, dan tercatat 60 peningkatan kelas penerbangan tiap jamnya. CEO Qantas Loyalty, Olivia Wirth menambahkan, dasar perombakan dari riset mendalam terkait kebiasaan dan perilaku anggota frequent flyers, demi menciptakan program yang berarti bagi semua anggota.

“Ada banyak hal terkait program Qantas Frequent Flyer yang para anggota kami cintai. Tapi, ada pula area yang mendapat banyak tekanan akibat ekspansi yang terlalu cepat. Pengumuman perombakan ini berpusat pada fokus utama kami, yakni pengalaman pelanggan,” terangnya.

Meski penumpang rutin masih menjadi inti program ini, tumbuhnya program dan ratusan mitra terkait telah membuka peluang bagi banyak anggota untuk memperoleh mayoritas poin mereka di darat. Setiap anggota memiliki cara tersendiri dalam mengumpulkan dan memanfaatkan Qantas Points.

Kombinasi dari Points Club baru, peluncuran Lifetime Platinum sebagai jenjang paling elit, dan penambahan jumlah kursi di seluruh jaringan memastikan, program ini dapat menawarkan nilai signifikan bagi setiap anggota. Rincian perombakan program, termasuk tabel interaktif yang menunjukkan harga sebelum dan sesudah perombakan serta opsi kursi reward baru di maskapai mitra, dapat dilihat di frequentflyer.qantas.com.

Tinggalkan Balasan