Cara Menuju Banda Neira dari Ambon

CARA menuju Banda Neira dari Ambon, pilihannya hanya dua, yakni melalui jalur laut atau udara. Kalau budget kamu tidak banyak, lebih baik menggunakan jalur laut. Kenapa harus Ambon? Ambon adalah Ibu Kota Provinsi Maluku, yang merupakan pintu gerbang menuju Banda Neira, sebelum melanjutkan dengan moda transportasi lain.

Tidak ada penerbangan menuju Banda Neira sehingga mau tidak mau, harus mendarat lebih dulu di Ambon. Beberapa maskapai melayani penerbangan ke Ambon. Sebut saja, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Rata-rata penerbangan melakukan transit di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari Bandara Ambon, oper pesawat perintis Susi Air (sekarang SAM Air). Kapasitas 15 penumpang dan bagasi 10 kg. Sayangnya, tidak tersedia setiap hari. Tapi, hanya seminggu dua kali. Opsinya, naik kapal cepat Express Bahari (sekarang, Bahtera Nusantara) dari Pelabuhan Tulehu, yang berjarak satu jam berkendara dari pusat Kota Ambon.

Sayangnya juga, jadwal keberangkatan kapal cepat Express Bahari dari Pelabuhan Tulehu, Ambon menuju Banda Neira hanya Selasa dan Sabtu pukul 09:00 waktu setempat. Sebaliknya, dari Banda Neira menuju Pelabuhan Tulehu, adalah Rabu dan Minggu pukul 09:00 waktu setempat.

Opsi lainnya, naik Kapal Pelni, seperti Kapal Nggapulu yang sandar di pelabuhan Ambon atau Kapal Leuser. Jadwal keberangkaan kedua kapal dapat dicek di situs resmi Pelni www.pelni.co.id atau kontak resmi Pelni di 021-162. Umumnya, jadwal baru diketahui H-30 sebelum keberangkatan kapal.

Namanya perjalanan laut, butuh kepastian cuaca. Musim terbaik menuju Banda Neira adalah Oktober dan awal November. Di masa itu, ombak di Kepulauan Banda Neira, relatif tenang dan bersahabat. Bulan kurang baik, Mei-Juli. Ombak laut sedang tinggi.

Kapal Pelni yang melayani rute Ambon-Banda Neira (PP)
1. KM Nggapulu (Ambon-Banda Neira)
2. KM Pangrango (Ambon-Banda Neira), berangkat pukul 17.00.
3. KM Sangiang (Ambon-Banda Neira)

Harga Tiket: dewasa Rp 110.000 (di atas 5 tahun), balita Rp 15.000. Ada satu kapal lagi, tapi bukan Pelni, yakni kapal tol laut Sabuk Nusantara (Rp 20.000). Pakar perjalanan, Victorio Chatra Primantara mengungkapkan, perjalanan ke Banda Neira menjadi perjalanan lautnya yang terpanjang setelah rute Lombok-Labuan Bajo.

Perjalanan Ambon ke Bandara Neira menempuh waktu 15 jam, terombang-ambing di lautan, diayun-ayun ombak, mual dan segala perasaan berkecamuk: excited, lelah, hingga bosan yang teramat dalam. Apalagi sebelumnya, sempat ditolak beli tiket di agen, dekat Pelabuhan Yos Sudarso karena pernah gagal berangkat, sehingga harus giliran esok harinya.

“Nekat, kami langsung beli melalui website. Bayar 3 tiket melalui sistem VA BRI, dan tiket terbit. Ingat! Semua tiket wajib ditukarkan menjadi boarding pass di dermaga. Semua wajib print, walau sudah menggunakan barcode,” tutur Victorio.

Tinggalkan Balasan