Naik Kereta Api Cepat dari Beijing ke Shanghai

BEIJING merupakan Ibu kota Republik Rakyat Tiongkok (RRT), termasuk kota dengan populasi terpadat di dunia. Dia menjadi pusat politik, budaya, pendidikan, dan militer.

Sebaliknya, Shanghai merupakan kota terbesar di RRT yang lokasinya di tepi delta Changjiang.

Secara administratif, Shanghai adalah adalah bagian dari kotamadya Songjiang yang diatur oleh provinsi Suzhou. Dia menjadi pusat ekonomi, perdagangan, serta komunikasi terpenting di Tiongkok.

Pelabuhannya tersibuk seperti Singapura atau Rotterdam.

Sebagian orang menyebutkan, Shanghai merupakan kebalikan dari Beijing dalam banyak hal! Orang merasa lebih leluasa berjalan kaki di Shanghai ketimbang di Beijing.

Jadi, kamu bisa bayangkan betapa padatnya kota Beijing kan. Shanghai juga dianggap lebih dinamis sebagai kota.

Boleh jadi perbedaan itu benar adanya. Apalagi, jarak kedua kota itu cukup jauh (1.318 km). Lebih jauh dari jarak Jakarta-Surabaya, sehingga punya karakter kota sendiri-sendiri.

Untuk mencapai Shanghai dari Beijing, yang direkomendasikan adalah naik pesawat atau kereta api.

Untuk moda transportasi kereta api, kamu dapat memilih kereta api cepat (G Trains), yang mampu melaju 350 km/jam, dengan durasi perjalanan hanya 4 jam 18 menit atau kereta api dengan fasilitas sleeper yang berkecepatan 250 km/jam, sehingga menghemat waktu dan tagihan hotel.

Rute Beijing–Shanghai sudah beroperasi penuh. Berhenti di sejumlah stasiun, yakni Beijing South, Jinan West, Nanjing South, Suzhou North dan Shanghai Hongqiao.

Tinggalkan Balasan