Perjalanan ke Thailand Menembus Kebosanan Rutinitas

DAY 2 :
Petualangan di mulai!! Sesuai itinerary, harusnya mengunjungi tempat seperti candi-candi ala Bangkok yang paling bernilai : Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun.

Tiga lokasi ini sudah sangat cukup membuat kaki lemas dan dehidrasi tingkat dewa. Semua lokasi ini bisa kita kunjungi dengan jalan kaki. Kecuali Wat arun yang harus menyebrang Sungai Chao Praya.

Karena informasi yang saya dapat kebetulan sangat komplet, so sejauh ini saya belum merasakan yang namanya nyasar. Masih menikmati destinasi yang ada di Bangkok.

Setelah makan siang dan kembali ke hotel, saya istirahat sejenak. Malam harinya, mengunjungi Asiatique. Perjalanan ke Asiatique dengan perahu sekitar 30–45 menit dari dermaga terdekat di Khao Sand Road.

Kemudian jalan kaki 5–10 menit hingga ke lokasi Asiatique. Asiatque (silakan digugel) semacam pasar malam yang tapi banyak sekali penjual makanan, baju, sandal, oleh-oleh, dan juga arena bermain.

Jangan membayangkan kalau Asiatique itu seperti pasar malam (atau cembreng atau sekaten) di Jawa ya. Asiatique justru seperti Trans studio. Bagus sekali dan paling seru adalah masuknya free.

Note : Buat kamu yang mau belanja dan khawatir uang cash kamu habis, di sini banyak sekali money changer dan mesin ATM.

Hari kedua, mulai ada tanda-tanda petualangan makin seru. Sandal putus!! Gggrrr….awalnya nggak ada sama sekali uang darurat untuk yang satu ini akhirnya harus dialokasikan. Sandal baru 500 Bath di Asiatique. Yes!!!

Satu wahana yang paling menyilaukan dan menarik perhatian adalah Mekong. Semacam wahana sangkar burung atau bianglala di Indonesia, tapi di sini sangat mewah dan bahkan ada AC-nya!! Haha… Menarik, akhirnya saya bayar 350 Bath untuk naik Mekong. Yeiiiy!!

Perahu untuk kembali ke hotel sudah tidak beroperasi karena selesai beroperasi sekitar pukul 19.00. Akhirnya dari Asiatique saya mencoba naik taksi. Sebenarnya, ada jasa stop taksi dari Asiatique yang mana mempermudah kita untuk mendapatkan taksi.

Namun, kita harus membayar lebih mahal. Apalagi saat itu, sebelum pukul 22.00, perjalanan sangat macet di area Asiatique. Sambil menunggu, saya sempatkan jalan-jalan di sepanjang trotoar di sekitar Asiatique.

Banyak street food yang menjajakan pisang. Entah kenapa, pisang di sini seperti maknan khas yang diolah menjadi berbagai macam makanan. Bahkan, ada martabak pisang. Aneh kan? Mencoba street food : Yes!!!

Tanda-tanda liburan seru kembali muncul : Gimana nyetop taksinya? Di jalan ini, nggak bisa sembarangan naik taksi. Selain itu ada kekhawatiran juga kalau nanti kena harga mahal, atau kalau kamu pakai argometer, bakal diputer-puterin.

Lagian kita kan nggak ada internet atau GPS buat ngelacak kita ada dimana. Duhh…tapi…mari dicoba! Taksi di Bangkok sangat colorful. Mudah sekali dikenali.

Taksi sudah didapat, tanda-tanda selanjutnya adalah : tawar menawar. Bahasa Inggris Vs bahasa Thailand! Seru bukan main. Saya nanya A, dia “ha?? Ha??ha??”. Duh!! Tepok jidat!! Segala trik coba untuk dilakukan, akhirnya paham juga.

Setelah harga didapat, saya masuk dan mencoba mengobrol dengan driver. Super kocak!! Kalau kamu tahu film Tarzan scene, di mana Jane ketemu dengan Tarzan dan mereka berkenalan, nah seperti itulah saya dengan driver ini.

Haha… saya menemukan suatu fakta. Faktanya adalah : driver tuk tuk lebih banyak yang bisa berbahasa Inggris daripada driver taksi. Fiuuh… 140 Bath dari Asiatique ke hotel.

Tinggalkan Balasan