Perjalanan ke Thailand Menembus Kebosanan Rutinitas

DAY 3 :
Karena tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Bangkok hampir sudah semua, giliran mencoba semua alat transportasi di Thailand. Pukul 08.00, naik Tuktuk ke Dusit Palace.

Pak tuktuk ini sedikit berbohong. Bilangnya Dusit Palace tutup. Ngapain saya datang ke sana, apalagi pakai celana pendek, katanya. Tapi insting saya mulai insecure.

Saya ngotot untuk diturunkan di Dusit Palace dan mengunjungi Vimanmek Museum. Setelah tanya ke petugas museum, ternyata museum bukan tutup, saya tetap bisa berkunjung tapi belum buka.

Untung nggak mudah percaya sama abang tuk tuk. Saya tunggu sekitar 15 menit. Kemudian jalan-jalan ke dalam Dusit Palace dan museum Vimanmek.

Note : Masuk museum juga harus pakai celana atau rok panjang guyss!! Gue pakai celana di atas lutut ini!! Fiuuuh… 200 Bath melayang buat beli kain atau jarit buat nutupin kaki.

09.00 : Perjalanan dari Dusit Palace ke Phra Athit Pier naik tuk tuk sekitar 40 Bath (Whaaattt!! Murah banget). Jadi nyesel tadi berangkat ke Dusit Palace bayar 100 Bath.

Tapi, abang tuktuknya mau saya mampir ke tempat souvenir. Saya sudah bilang kalau saya nggak mau beli suvenr. Tapi okelahhh, saya tahu sekali dunia wisata seperti apa.

Maksudnya, agar dia mendapatkan uang komisi dari perusahaan suvenir itu meski kita nggak beli apapun, asal dia bawa tamu ke toko, maka dia akan tetap dapat.

Karena ketagihan saya bersedia berhenti 5-10 menit ke toko suvenir, Abang tuk tuk ini maksa saya buat mampir ke toko fashion. OMG!! Saya bilang : NO!!

Meskipun masih membujuk, saya hampir setengah teriak karena abang tuk tuk ini kelakuannya nggak baik. So, just be careful!

Note : jangan pernah mau naik tuk tuk yang menawarkan harga yang tidak lazim.

09.30 : Pha Athit menuju ke Rachawang naik kapal. Sekitar 15 menit, berhenti dan jalan kaki menyusuri Chinatown. Buat kamu yang mau belanja murah-murah, Chinatown ini semacam Pasar Sukowati, Bali. Barang-barang grosiran yang bisa kamu beli walau satu biji.

11.00 : Jalan kaki dari Chinatown lalu turun ke MRT subway. Semacam kereta bawah tanah di Bangkok. Turun dari MRT kemudian oper naik Skytrain dari stasiun Siam ke Phrom Phong.

Jalan-jalan di lokasi mewahnya Bangkok : Sukhumvit!! Di sini banyak mal, hotel bintang lima, kafe, tempat oleh-oleh. Setelah capek banget keliling-keliling, akhirnya saya istirahat dan nongkrng sambil Wifi-an di cafe.

Di sini saya menyadari, wah…jalan-jalan tanpa harus ngasih laporan ke sosial media, seru juga ya!! Perjalanan pulang dengan Skytrain, MRT, dan kemudian naik kapal menuju dermaga paling dekat dengan hotel.

Dan….tidur. Malam-malam jalan-jalan lagi di Khao San Road, nyobain makanan-makanan aneh-aneh, dan packing ke negara selanjutnya besok pagi.

DAY 4 :
Hal yang seru saat nyetop taksi di Bangkok adalah, kita bisa sok jual mahal. Kalau taksi nggak mau pakai argometer, ya udah jangan mau. Paling sepuluh langkah lagi bakal ada lagi taksi yang nawarin.

Naik taksi ke bandara sekitar 250 Bath. Sekitar 45-60 menit dari Khao San Roand. Ternyata jauhhhh bandaranya.

Banyak sekali pelajaran-pelajaran Budha dan pengalaman yang saya dapat di Thailand yang belum sempat saya ceritakan di sini, tapi akan lebih seru lagi kalau kalian bisa ber-solo travelling kesana.

Bagi kamu yang mau kesana dan ingin bertanya, silakan tanyakan pada saya melalui Facebook, Instagram, atau private message : @anitariadcliffe. Terimakasih. (*)

Tinggalkan Balasan